Kementerian ESDM Sebut BBM Pertamax Akan Turun Jika Minyak Dunia Turun
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia memberikan penjelasan terkait harga minyak dunia saat ini.
Kebiasaan buruk di siang hari sering kali dianggap sepele namun berdampak besar, seperti duduk terlalu lama, melewatkan makan siang, kurang minum air, atau tidur siang berlebihan. Hal ini dapat menurunkan produktivitas harian dan memicu berbagai risiko kesehatan, termasuk masalah pada jantung
Dikutip dari Eating Well, beberapa kebiasaan yang sering dianggap sepele, seperti duduk terlalu lama, melewatkan makan siang, hingga mengandalkan camilan manis untuk mengusir kantuk, ternyata dapat memengaruhi tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan risiko penyakit kardiovaskular.
Dokter spesialis jantung Jayne Morgan (AS) menjelaskan bahwa kebiasaan ini terkait dengan hiperglikemia, penurunan sensitivitas insulin, penurunan pengeluaran energi, penambahan berat badan, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Ia merekomendasikan agar orang-orang berdiri dan berjalan-jalan selama 2 hingga 5 menit setiap jam untuk mengurangi efek tersebut.
Berikut ini adalah beberapa kebiasaan buruk yang sering dilakukan di siang hari dan cara mengatasinya:
1.Duduk terlalu lama tanpa bergerak
Bekerja berjam-jam di depan komputer sering kali membuat seseorang lupa bergerak. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa duduk terlalu lama tanpa jeda berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, bahkan pada orang yang rutin berolahraga.
Dokter jantung Jayne Morgan menjelaskan bahwa terlalu lama duduk dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan tubuh. "Duduk berkepanjangan berkaitan dengan kadar gula darah yang lebih tinggi, penurunan sensitivitas insulin, pengeluaran kalori yang lebih rendah, peningkatan berat badan, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular," kata Morgan.
Menurutnya, berjalan kaki selama dua hingga lima menit setiap satu jam dapat membantu mengurangi sebagian dampak tersebut.
2. Mengandalkan camilan manis saat energi menurun
Menjelang pukul dua atau tiga sore, banyak orang mulai merasa lelah dan mengantuk. Tidak sedikit yang kemudian mencari camilan manis seperti kue, permen, biskuit, atau minuman berpemanis untuk mendapatkan tambahan energi secara cepat.
Namun, kebiasaan ini justru dapat menjadi bumerang bagi kesehatan jantung. Morgan menjelaskan bahwa lonjakan gula darah yang berulang akibat konsumsi makanan manis dapat berkontribusi terhadap resistensi insulin, penumpukan lemak visceral, dan peradangan.
"Semuanya merupakan faktor yang mendorong terjadinya penyakit jantung," ujarnya.
Meski camilan manis dapat memberikan dorongan energi sesaat, efeknya biasanya tidak bertahan lama. Setelah gula darah naik dengan cepat, kadar gula juga dapat turun kembali sehingga tubuh merasa lebih lelah dibanding sebelumnya.
3. Terlalu banyak mengonsumsi kafein
Secangkir kopi masih bisa menjadi bagian dari pola hidup yang sehat untuk jantung. Namun, konsumsi kafein berlebihan pada siang hingga sore hari perlu diperhatikan. Morgan mengatakan bahwa kafein yang dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu kualitas istirahat malam.
"Kafein pada akhir hari dapat mengganggu tidur, meningkatkan tekanan darah, dan memicu jantung berdebar pada orang yang rentan," kata Morgan.
4. Sering melewatkan makan siang
Kesibukan kerja membuat sebagian orang terbiasa melewatkan makan siang. Padahal, pola makan yang tidak teratur dikaitkan dengan kesehatan metabolik yang kurang baik. Menurut Morgan, melewatkan makan siang dapat membuat seseorang makan berlebihan pada malam hari.
"Melewatkan makan siang mungkin terlihat tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan makan berlebihan saat makan malam, memilih makanan yang kurang sehat ketika lapar, serta memicu fluktuasi gula darah yang lebih besar," jelas Morgan.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mempersulit pengendalian berat badan dan kesehatan jantung.