Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Dijajah 350 Tahun, Inilah Penyebab Kenapa Sebagian Besar Rakyat Indonesia Tak Fasih Bahasa Belanda?

 

Indonesia tercatat berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda selama sekitar 350 tahun, terhitung sejak kedatangan pertama kapal dagang Belanda di Banten pada 23 Juni 1596 hingga masa kemerdekaan pada 1945. Namun, berbeda dengan sejumlah negara bekas jajahan lain seperti Malaysia dan Singapura yang fasih berbahasa Inggris, mayoritas masyarakat Indonesia hingga kini justru tidak menguasai bahasa Belanda.

Melansir dari Kumparan.com salah satu sejarawan Indonesia menjelaskan bahwa kedatangan awal Belanda ke Nusantara sebenarnya lebih berorientasi pada aktivitas perdagangan rempah-rempah melalui kongsi dagang VOC, bukan untuk menyebarkan bahasa atau budaya secara masif seperti yang dilakukan Inggris di wilayah jajahannya. Belanda pada masa itu bahkan lebih memilih menggunakan bahasa Melayu sebagai alat komunikasi dengan penduduk pribumi, sehingga bahasa Belanda tidak berkembang luas di tengah masyarakat.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah kebijakan pendidikan kolonial yang sangat terbatas dan eksklusif. Pendidikan berbahasa Belanda pada masa itu hanya diperuntukkan bagi kalangan elite tertentu, termasuk pejabat pribumi dan keturunan Eropa, sementara mayoritas rakyat jelata tidak mendapat akses pendidikan formal berbahasa Belanda sama sekali.

Kondisi ini berbeda dengan pola penjajahan Inggris yang cenderung lebih terbuka menyebarkan bahasanya sebagai bagian dari sistem administrasi kolonial di berbagai wilayah jajahannya.

Peneliti sejarah turut mencatat bahwa Belanda memandang hubungan dengan penduduk pribumi lebih dari sudut pandang eksploitasi ekonomi ketimbang asimilasi budaya. Menjaga jarak sosial antara kelompok Eropa dan penduduk lokal dinilai menjadi bagian dari strategi mempertahankan struktur kekuasaan kolonial saat itu, sehingga penyebaran bahasa dan budaya Belanda secara masif justru dihindari.

Meski bahasa Belanda tidak berkembang luas, pengaruhnya tetap membekas dalam kosakata bahasa Indonesia hingga saat ini, mulai dari istilah dalam bidang hukum, administrasi, hingga percakapan sehari-hari yang banyak menyerap kata-kata berasal dari bahasa Belanda.

Setelah kemerdekaan, bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu dipilih sebagai bahasa persatuan untuk memperkuat identitas nasional, sehingga peran bahasa Belanda semakin tergeser dan hanya tersisa dalam dokumen-dokumen arsip sejarah maupun kajian akademis tertentu.

Artikel Terkait