Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Psikolog: Peran Seimbang Ayah dan Ibu Kunci Bimbingan Positif bagi Anak Remaja

 

Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, A. Kasandra Putranto, menekankan pentingnya keseimbangan peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak yang memasuki usia remaja. Ia menyampaikan bahwa kata yang tepat bukan "dominan" melainkan "berperan", di mana kedua orang tua, baik ayah maupun ibu, sama-sama berperan aktif dan positif dalam proses tumbuh kembang anak.

Dilansir dari Antara Kasandra Putranto menjelaskan bahwa dari sisi emosional, ibu atau orang tua perempuan berperan amat besar dalam menjaga psikologi anak, sebab pada usia remaja anak cenderung lebih terbuka untuk berbicara dengan sosok yang dianggap lebih empatik dan memahami perasaan mereka.

Meski demikian, peran ayah tetap tidak kalah penting, terutama dalam membentuk rasa percaya diri dan kemandirian anak menghadapi tantangan di luar rumah. Untuk mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal, orang tua disarankan menerapkan pola asuh yang mengedepankan komunikasi terbuka dan empatik, memberikan dukungan emosional saat anak menghadapi masalah, menyediakan waktu berkualitas, serta menghargai privasi dan kebebasan anak.

Selain itu, orang tua juga diminta memberikan contoh yang baik dan menjadi model peran yang konsisten dalam proses pengasuhan. Masa remaja dikenal sebagai periode transisi yang rentan terhadap gejolak emosi, tekanan sosial dari lingkungan pertemanan, hingga pengaruh media sosial yang masif.

Karena itu, komunikasi dua arah yang tidak menghakimi dinilai jauh lebih efektif dibandingkan pendekatan otoriter yang justru dapat membuat anak menutup diri dari orang tuanya sendiri.

Para ahli psikologi anak sepakat bahwa fondasi kepercayaan yang dibangun sejak usia dini akan sangat menentukan kualitas komunikasi keluarga saat anak memasuki masa remaja, sehingga peran aktif kedua orang tua sejak awal menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan mental generasi muda Indonesia.

 

Artikel Terkait