Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Pentingnya Olahraga bagi Ibu Hamil untuk Mempermudah Proses Persalinan

Olahraga dimasa kehamilan cukup efektif dilakukan untuk mengurangi berbagai keluhan saat hamil, seperti sakit punggung, sembelit, dan kelelahan. Tidak hanya itu, rutin berolahraga saat hamil juga dapat mempersiapkan tubuh untuk menghadapi persalinan.

Rutin bergerak aktif bisa membuat ibu hamil makin mudah menyesuaikan diri dengan perubahan bentuk dan penambahan berat badan selama hamil. Beragam jenis olahraga dimasa kehamilan juga dapat mempermudah proses persalinan dan bahkan mengembalikan bentuk tubuh setelah melahirkan.

Dilansir dari Antara, dokter Natasya Prameswari SpOG mengungkapkan belum ada usia kehamilan yang secara khusus menentukan. Namun, pada trimester kedua masa kehamilan umumnya dianggap sebagai waktu yang lebih baik dibandingkan trimester pertama.

Pada trimester pertama tubuh ibu hamil masih beradaptasi dengan perubahan kehamilan, sehingga keluhan seperti mual, muntah, dan perut terasa tidak nyaman sehingga kerap sering membuat aktivitas fisik seperti olahraga menjadi lebih sulit dilakukan.

“Ibu hamil juga diperbolehkan melakukan olahraga yang lebih intens di trimester 3. Olahraga yang sudah dilakukan sebelumnya, misalnya jalan lebih sering, agar mempermudah jalan lahirnya secara enggak langsung. Tapi memang untuk ngepel jongkok itu sebenarnya mitos,” tutur Natasya.

Lebih lanjut, Natasya mengatakan ibu hamil sebaiknya melakukan olahraga yang sudah pernah dilakukan sebelum masa kehamilan. Ia mencontohkan jika ibu hamil sebelumnya terbiasa menjalani strength training dengan pendampingan profesional, aktivitas tersebut masih diperbolehkan.

“Lari diperbolehkan kalau sebelumnya sudah sering lari sebelum hamil. Lari juga harus gradual (bertahap), kita lihat adaptasi tubuh terhadap peningkatan heart rate (denyut jantung) dan panas tubuh,” imbuh dia.

Natasya mengatakan ibu hamil dianjurkan untuk berolahraga minimal 150 menit dalam seminggu. Efek dari olahraga itu sendiri baik untuk ibu hamil, diperkirakan berdasarkan penelitian dapat menurunkan tekanan darah, risiko dari preeklamsia maupun diabetes gestasional hingga menahan berat badan itu tidak berlebihan.

“Beberapa penelitian juga menunjukkan pada ibu hamil yang beraktivitas lebih banyak, berolahraga rutin, itu lebih mudah dalam melakukan persalinan normal,” pungkasya.

Artikel Terkait