Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Hepatitis Akut Misterius: Ancaman Lama yang Tak Boleh Dilupakan Orang Tua

Meski gelombang besar hepatitis akut misterius yang sempat mengguncang dunia kesehatan anak Indonesia pertama kali mencuat pada 2022, para dokter anak tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah terhadap penyakit yang menyerang organ hati anak-anak secara mendadak dan agresif ini.

Kondisi ini merujuk pada peradangan hati berat yang penyebabnya tidak dapat dijelaskan oleh virus hepatitis konvensional (A, B, C, D, atau E). Dugaan penyebab meliputi infeksi adenovirus hingga respons imun tubuh yang tidak biasa pascainfeksi virus tertentu.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hepatitis jenis ini dapat berkembang sangat cepat, dari gejala ringan seperti mual dan demam menjadi kegagalan hati akut hanya dalam hitungan hari, sehingga keterlambatan penanganan bisa berakibat fatal.

Berdasarkan data yang ada, menunjukkan virus ini lebih banyak menyerang anak-anak usia satu bulan hingga enam belas tahun dengan kelompok balita menjadi yang paling rentan mengalami komplikasi berat hingga membutuhkan perawatan intensif.

Orang tua diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala seperti mata atau kulit menguning (jaundice), urine berwarna gelap seperti teh, tinja pucat, disertai mual, muntah, dan nyeri perut yang tidak kunjung membaik dalam beberapa hari.

Dokter menekankan pentingnya menjaga kebersihan tangan anak, terutama sebelum makan, memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi higienis, serta melengkapi imunisasi dasar anak termasuk vaksin hepatitis A dan B sesuai jadwal yang direkomendasikan Kemenkes.

Fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan klinik anak tetap menjadi rujukan awal, sementara kasus dengan gejala berat perlu segera dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas perawatan hati anak yang memadai. IDAI menegaskan deteksi dini tetap menjadi kunci utama keselamatan pasien.

 

Artikel Terkait