Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

BPJS Kesehatan: Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Mengalami Kenaikan yang Signifikan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melaporkan peningkatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kondisi ini menunjukan persebaran peserta JKN yang sudah semakin meluas dan merata di Tanah Air.

 

Dikutip dari Kompas.com Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menjelaskan capaian peningkatan peserta JKN yang sudah hampir merata di seluruh Indonesia dengan presentase persebaran yang cukup tinggi.

"Meningkat dari tahun 2024 yaitu 278,1 juta jiwa. Ini artinya 98,62 persen penduduk Indonesia telah terdaftar menjadi peserta JKN," kata Prihati di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Kamis (2/7).

Lebih lanjut, Prihati juga menyebutkan tingkat ketergantungan dan kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN terus menunjukkan tren penguatan yang signifikan.

BPJS Kesehatan mencatat angka pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat telah mencapai 725,3 juta kali.

Jumlah tersebut mengalami lonjakan yang cukup tajam jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024 yang mencatatkan 673,9 juta pemanfaatan dalam satu tahun.

"Artinya, setiap hari terdapat lebih dari 1,99 juta pemanfaatan. Dan jika dilihat berdasarkan segmen yang menggunakan manfaat dari pelayanan kesehatan melalui program JKN ini, di grafik lingkar ini 38 persen merupakan pengguna PBI JK," ungkap Prihati.

Tingginya angka pemanfaatan ini berbanding lurus dengan peningkatan fasilitas kesehatan (faskes) yang telah bekerja sama untuk memperluas jangkauan akses, termasuk di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

 

Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 23.770 rumah sakit atau Puskesmas telah bermitra dengan BPJS Kesehatan, yang ditunjang oleh 6.190 faskes penunjang, 4.938 apotek, dan 1.252 optik. Sebanyak 22.613 faskes diantaranya berada di tingkat pertama dan 3.170 rumah sakit kini telah dilengkapi sistem antrean online serta simplifikasi rujukan melalui fitur-fitur Mobile JKN.


Artikel Terkait