BPOM Kembali Temukan Puluhan Jamu Ilegal Berbahan Kimia Obat Berbahaya
Kandungan bahan kimia obat yang ditambahkan secara ilegal berpotensi menimbulkan efek samping serius
Musim kemarau yang tengah berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia membuat intensitas paparan sinar ultraviolet (UV) meningkat signifikan, terutama pada siang hari. Kondisi ini berisiko menyebabkan photokeratitis, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai mata "terbakar" akibat paparan sinar matahari berlebih tanpa pelindung yang memadai.
Dikutip dari Antara kondisi ini merupakan peradangan pada kornea mata akibat paparan sinar UV berlebihan, mirip dengan sunburn yang terjadi pada kulit, namun terjadi pada permukaan mata. Gejalanya meliputi mata merah, nyeri, sensasi seperti ada pasir di mata, sensitif terhadap cahaya, hingga penglihatan kabur sementara.
Mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama tanpa pelindung mata, seperti pekerja lapangan, pengendara sepeda motor, hingga wisatawan yang beraktivitas di area terbuka dengan permukaan reflektif tinggi seperti pantai maupun perairan, karena sinar UV dapat dipantulkan lebih intens dari permukaan air dan pasir.
Paparan sinar UV yang berulang dalam jangka panjang tidak hanya menyebabkan photokeratitis akut, tetapi juga berkontribusi terhadap risiko katarak dan degenerasi makula di kemudian hari. Kerusakan akibat paparan UV bersifat kumulatif, sehingga perlindungan sejak dini menjadi sangat penting bagi kesehatan mata jangka panjang.
Paparan sinar UV tinggi umumnya antara pukul 10.00 hingga 15.00 saat intensitas sinar matahari berada pada puncaknya. Jika mata sudah terlanjur mengalami gejala iritasi akibat paparan berlebih, disarankan segera berteduh, mengompres mata dengan air dingin, serta memeriksakan diri ke dokter mata apabila gejala tidak kunjung membaik dalam 24 jam.
Adapun beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah dari resiko bahaya tersebut.
1. Gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV400 yang mampu memblokir hampir seluruh radiasi UVA dan UVB saat beraktivitas di luar ruangan.
2. Kenakan topi lebar atau helm dengan visor saat berkendara di siang hari untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari ke area mata.
3. Hindari menatap langsung sumber cahaya terik, termasuk pantulan sinar matahari dari permukaan air maupun aspal.