Eriska Nakesya Melahirkan Anak Kedua Tepat di Hari Kemerdekaan Indonesia
Bagi Eriska, kehadiran buah hati menjadi kabar bahagia yang melengkapi suasana peringatan 17 Agustus
Rasa nyeri kerap dianggap sebagai keluhan biasa yang bisa hilang dengan sendirinya atau cukup diatasi dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas. Padahal, menurut kalangan medis, nyeri yang muncul berulang atau berlangsung dalam waktu lama sejatinya merupakan sinyal tubuh yang tidak boleh diabaikan begitu saja.
Secara medis, nyeri dibedakan menjadi nyeri akut dan nyeri kronis. Nyeri akut umumnya muncul akibat cedera atau peradangan dan mereda seiring proses penyembuhan. Namun, apabila nyeri terus berlanjut lebih dari tiga bulan meski penyebab awalnya sudah teratasi, kondisi tersebut dikategorikan sebagai nyeri kronis yang memerlukan penanganan lebih serius karena berpotensi memengaruhi kualitas hidup, mulai dari gangguan tidur, penurunan produktivitas, hingga masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.
Dirangkum dari beberapa sumber, Dokter mengingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi obat pereda nyeri secara terus-menerus tanpa mengetahui akar penyebabnya justru berisiko menutupi gejala penyakit yang lebih serius. Nyeri dada misalnya, tidak selalu berkaitan dengan otot yang tegang, namun bisa menjadi tanda awal gangguan jantung.
Begitu pula nyeri kepala berulang yang terkadang menjadi indikasi tekanan darah tinggi atau gangguan saraf yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Sejumlah tanda peringatan yang perlu diwaspadai antara lain nyeri yang muncul tiba-tiba dengan intensitas hebat, nyeri yang disertai demam, penurunan berat badan drastis tanpa sebab jelas, mati rasa, atau kelemahan pada anggota tubuh tertentu. Kondisi-kondisi tersebut dianjurkan untuk segera diperiksakan ke tenaga medis, bukan sekadar diatasi dengan obat pereda nyeri secara mandiri dalam jangka panjang.
Selain aspek fisik, layanan kesehatan kini juga semakin memperhatikan pengelolaan nyeri kronis secara komprehensif, termasuk melalui pendekatan fisioterapi, konseling psikologis, hingga manajemen gaya hidup.
Masyarakat diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan apabila mengalami nyeri yang berulang, mengingat deteksi dini terhadap penyebab nyeri dapat mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius dan sulit ditangani di kemudian hari.