Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Jangan Abaikan Perubahan Pola BAB, Bisa Jadi Tanda Awal Kanker Usus

 

Perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung lama tidak boleh dianggap remeh. Dokter spesialis penyakit dalam dan bedah digestif mengingatkan, perubahan tersebut bisa menjadi salah satu gejala awal kanker kolorektal atau kanker usus besar, salah satu jenis kanker yang cukup sering ditemukan di dunia.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain diare atau sembelit yang bergantian dan tidak membaik dalam beberapa pekan, bentuk tinja yang menjadi lebih kecil atau pipih, darah pada tinja atau tinja berwarna sangat gelap, rasa tidak tuntas setelah buang air besar, nyeri atau kembung perut berkepanjangan, serta penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Kadang disertai kelelahan akibat anemia.

Melansir dari Kompas.com meski begitu gejala tersebut tidak selalu berarti kanker. Wasir, infeksi, sindrom iritasi usus, atau pola makan rendah serat juga dapat menimbulkan keluhan serupa. Namun, karena gejalanya bisa tumpang tindih, pemeriksaan tetap diperlukan agar penyebab sebenarnya diketahui.

Faktor risiko meliputi usia di atas 45 tahun, riwayat keluarga kanker usus atau polip, penyakit radang usus, obesitas, merokok, konsumsi alkohol berlebih, serta pola makan tinggi daging merah dan olahan namun rendah serat.

Pedoman skrining di sejumlah negara kini menganjurkan pemeriksaan dimulai pada usia 45 tahun bagi yang berisiko rata-rata, sementara mereka dengan riwayat keluarga disarankan lebih awal.

Pemeriksaan yang umum dipakai adalah tes darah samar pada tinja dan kolonoskopi, yang dapat mendeteksi sekaligus mengangkat polip sebelum berkembang menjadi kanker. Deteksi pada stadium dini membuat peluang kesembuhan jauh lebih tinggi.

Untuk menurunkan risiko, perbanyak sayur, buah, dan biji-bijian utuh, kurangi daging olahan, rutin bergerak, dan jaga berat badan. Bila perubahan pola BAB berlangsung lebih dari dua hingga tiga pekan atau disertai darah, segera periksa ke dokter.

 

Artikel Terkait