Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Minum Sambil Berdiri Disebut Rusak Ginjal? Dokter Ungkap Faktanya

 

Kebiasaan minum air sambil berdiri kembali menjadi pembahasan setelah sebuah video di media sosial menyebut posisi tersebut dapat membahayakan ginjal. Klaim tersebut kemudian mendapat penjelasan dari dokter yang menyebut tidak ada dasar medis bahwa minum sambil berdiri secara langsung menyebabkan kerusakan ginjal.

Melansir dari detik.com Dokter Dion Haryadi menjelaskan proses tubuh dalam mengolah air pada dasarnya tidak berubah hanya karena seseorang minum dalam posisi berdiri.

Menurutnya, air yang diminum akan masuk ke lambung, kemudian diserap oleh usus dan diedarkan melalui aliran darah menuju sel serta organ tubuh. Setelah itu, ginjal menjalankan fungsi penyaringan sebelum air dikeluarkan melalui saluran kemih.

"Bukan berarti minum sambil berdiri bikin airnya melewati saluran pencernaan dan merusak ginjal kita. Nggak sama sekali, sama aja," ujar dr. Dion Haryadi seperti dikutip dari unggahan Instagram miliknya.

Penjelasan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa posisi berdiri membuat air langsung menuju ginjal tanpa melalui proses tubuh sebagaimana mestinya.

Lebih lanjut, Dokter Dion menegaskan, dari sisi medis, minum sambil berdiri tidak terbukti mengganggu fungsi ginjal. Meski demikian, ia menyebut minum sambil duduk dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman dan sesuai dengan adab, terutama ketika berada di tempat umum.

Posisi berdiri bukan menjadi masalah dalam situasi tertentu. Dalam aktivitas fisik seperti berlari, seseorang justru dapat membutuhkan minum dengan cepat tanpa harus mencari tempat untuk duduk.

Pandangan tersebut juga sejalan dengan penjelasan sejumlah dokter yang pernah membahas persoalan serupa. Spesialis penyakit dalam dr. Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, menyebut anggapan bahwa minum sambil berdiri dapat merusak ginjal sebagai hoaks karena tidak ada hubungan langsung antara posisi tubuh ketika minum dan beban kerja ginjal.

Sementara itu, ahli urologi dr. Ponco Birowo, SpU, PhD dari RSCM menjelaskan bahwa air tetap membutuhkan proses dan waktu untuk diserap tubuh hingga akhirnya mencapai ginjal, terlepas dari apakah seseorang meminumnya sambil duduk atau berdiri.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mengaitkan posisi minum secara langsung dengan kerusakan ginjal. Hal yang lebih penting adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.

 

Artikel Terkait