QRIS Antarnegara Makin Luas, Transaksi Wisatawan Asing di Indonesia Capai Rp5,9 Triliun
Perkembangan tersebut menunjukkan fungsi QRIS mulai bergerak melampaui kebutuhan transaksi domestik.
Kopi menjadi salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia setiap harinya, mulai dari sekadar teman begadang hingga menjadi bagian dari gaya hidup di kafe-kafe perkotaan. Namun, di balik popularitasnya, tidak sedikit yang bertanya-tanya mengenai dampak konsumsi kopi terhadap kesehatan ginjal dalam jangka panjang.
Dikutip dari Antara Ginjal merupakan organ vital yang berperan menyaring kotoran dan cairan tubuh sekaligus menyeimbangkan elektrolit. Menurut laman kesehatan Eating Well yang dikutip ANTARA, salah satu cara menjaga ginjal tetap sehat adalah dengan memastikan asupan cairan tubuh tercukupi, guna mencegah kerusakan ginjal yang berpotensi berujung pada penyakit ginjal kronis.
Terkait konsumsi kopi, Asosiasi Jantung Amerika (AHA) menyebut orang dewasa yang sehat dapat menikmati kafein hingga 400 miligram atau setara sekitar empat cangkir kopi per hari.
Ahli gizi dialisis Sara Prato menjelaskan, sejumlah bukti penelitian menunjukkan konsumsi kopi moderat sekitar dua hingga tiga cangkir per hari dinilai aman bagi sebagian besar orang, bahkan berpotensi mendukung kesehatan ginjal, karena kopi mengandung lebih dari seribu senyawa alami dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasi.
Sejalan dengan itu, ahli gizi yang berfokus pada pencegahan batu ginjal, Melanie Betz, menyampaikan sebuah meta-analisis menemukan orang yang minum kopi dua cangkir atau lebih setiap hari memiliki risiko 14 persen lebih rendah terkena penyakit ginjal, yang diduga berkaitan dengan kandungan senyawa dalam kopi yang membantu mengurangi peradangan.
Kopi bahkan disebut dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal karena meningkatkan volume urine, sehingga membantu mengencerkan mineral pembentuk batu sebelum sempat mengkristal.
Meski demikian, kedua ahli tersebut sama-sama mengingatkan pentingnya kehati-hatian, mengingat kafein dalam kopi dapat meningkatkan tekanan darah. Hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang berisiko merusak pembuluh darah menuju ginjal dan mengganggu fungsi penyaringan limbah dalam tubuh.
Bagi masyarakat yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, disarankan membatasi konsumsi kopi berkafein menjadi satu hingga dua cangkir per hari sembari terus memantau tekanan darah secara berkala. Dengan konsumsi yang bijak dan tetap memperhatikan asupan cairan lain seperti air putih, kopi tetap bisa dinikmati sebagai bagian dari gaya hidup sehat tanpa membahayakan kesehatan ginjal.