Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Tren Makan Sehat Kini Mulai Menjamur di Masyarakat

Piring makan orang Indonesia sedang berubah. Tidak lagi hanya soal nasi dan lauk-pauk yang mengenyangkan, konsumen masa kini semakin mempertimbangkan kandungan nutrisi, manfaat fungsional, dan dampak lingkungan dari setiap suapan. Pergeseran ini bukan semata tren sesaat, melainkan transformasi mendasar dalam cara masyarakat memahami hubungan antara makanan dan kesehatan.

Dikutip dari viva.co.id melaporkan bahwa cara masyarakat memandang nutrisi dan kesehatan kini mengalami pergeseran besar tidak lagi sekadar soal diet atau hitung kalori, perhatian mulai mengarah pada pendekatan yang lebih personal, terarah, dan berbasis ilmu pengetahuan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Survei Asia Pacific Health and Economic Empowerment 2025 menunjukkan 86 persen responden di Indonesia optimistis dapat meningkatkan kesehatan mereka dalam satu tahun ke depan, sementara 58 persen merasa memiliki kendali dan kepercayaan diri untuk mencapainya.

Salah satu tren paling menonjol adalah meningkatnya konsumsi makanan berbasis nabati atau plant-based. Alternatif daging dan susu berbasis tanaman kini hadir dengan rasa yang lebih baik dan kandungan nutrisi yang lebih unggul dibanding generasi produk sebelumnya. Restoran vegan, kafe organik, dan layanan katering diet sehat semakin mudah ditemukan di kota-kota besar Indonesia.

Pola makan ini tidak hanya diklaim bermanfaat bagi kesehatan tubuh seperti menurunkan risiko penyakit jantung tetapi juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan melalui pengurangan emisi karbon.

Tren ini juga berjalan seiring meningkatnya aktivitas pereda stres seperti yoga, jalan kaki, meditasi, dan olahraga ringan sebagai rutinitas harian. Konsumen mulai mengaitkan asupan nutrisi tidak hanya dengan kesehatan fisik, tetapi juga dengan kondisi mental dan emosional. Makan bukan lagi sekadar kebutuhan biologis tapi menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas hidup secara menyeluruh.

Artikel Terkait