Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Hati-Hati! Jenis Makanan Ini Berbahaya Kalau Dimasukan ke Microwave

Memasukan makanan-makanan tertentu ke dalam microwave dengan tujuan untuk memasak atau hanya sekedar menghangatkan makanan tak boleh sembarangan. Aapabila anda salah memasukan jenis makanan akan berbahaya hingga berakibat fatal.

Memasukkan makanan yang salah ke dalam microwave sangat tidak disarankan karena berisiko memicu ledakan, kebakaran, hingga pelepasan racun. Agar tetap aman dan makanan Anda tidak terkontaminasi zat berbahaya.

Dilansir dari Kompas.com, ada sejumlah makanan yang sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam microwave karena panas tinggi dapat menyebabkan reaksi tertentu yang berpotensi membahayakan. Berikut daftar makanan yang perlu diwaspadai.

Ada beberapa jenis makanan atau bahan makanan yang dilarang masuk ataupun dimasak dengan menggunakan microwave. Beberapa alasannya adalah karena makanan tersebut bisa meletus, menimbulkan asap, mengeluarkan zat berbahaya, atau kandungan gizinya bisa berkurang.

Daftar 6 Makanan yang dilarang dimasukan kedalam microwave:

1. Cabai

Dapat menghasilkan uap yang mengiritasi Cabai mengandung capsaicin, senyawa yang memberikan rasa pedas. Saat dipanaskan di dalam microwave, capsaicin bisa menguap dan menyebar ke udara.

Uap tersebut dapat mengiritasi mata, hidung, hingga saluran pernapasan ketika terhirup. Untuk menghangatkan atau memasak cabai, metode yang lebih aman adalah dengan memanggang atau menumisnya di atas kompor.

2. Telur rebus

Berisiko meledak Telur rebus termasuk makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan langsung di microwave. Panas yang terperangkap di dalam telur dapat menciptakan tekanan uap yang tinggi.

Akibatnya, telur bisa meledak saat dipotong atau digigit setelah dipanaskan. Jika ingin menghangatkannya, potong telur menjadi bagian-bagian kecil terlebih dahulu atau rendam dalam air panas selama beberapa menit.

3. Kentang

Jadi tempat berkembangnya bakteri Kentang yang sudah dimasak dan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan berisiko mengandung bakteri Clostridium botulinum, penyebab botulisme. Sayangnya, pemanasan dengan microwave tidak selalu efektif untuk menghilangkan bakteri tersebut.

Untuk mencegah risiko, kentang yang telah dimasak sebaiknya segera disimpan di dalam kulkas. Selain itu, hindari menyimpan atau memanggang kentang dalam aluminium foil terlalu lama karena dapat mendukung pertumbuhan bakteri.

4. Daging olahan

Berpotensi menghasilkan senyawa berbahaya Sosis, bakso, nugget, dan berbagai jenis daging olahan lainnya juga tidak disarankan dipanaskan menggunakan microwave.

Proses pemanasan dapat memicu terbentuknya cholesterol oxidation products (COP), yaitu senyawa hasil oksidasi kolesterol yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung jika dikonsumsi secara berlebihan. Sebagai alternatif, daging olahan lebih baik dipanaskan dengan cara ditumis atau dipanggang di atas wajan.

5. Saus tomat

Sering menyebabkan percikan banyak orang mengalami kejadian saus tomat yang "meledak" saat dipanaskan di microwave. Hal ini terjadi karena uap panas terjebak di dalam saus yang kental sehingga memicu percikan ketika tekanan meningkat.

Selain membuat microwave kotor, percikan saus panas juga dapat menyebabkan luka ringan. Untuk hasil yang lebih aman dan merata, saus tomat sebaiknya dipanaskan menggunakan panci kecil di atas kompor.

Artikel Terkait