Program MBG Hadir di Desa Pinayungan untuk Bangun Generasi Berkualitas di Masa Depan
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan peng
Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan fakta yang cukup memprihatinkan mengenai keganasan penyakit Tuberculosis (TBC) di Indonesia. Dalam vidionya baru-baru ini, Budi mengungkapkan bahwa yang terjadi saat ini masyarakat Indonesia meninggal dunia dalam empat menit sekali akibat TBC. Fenomena ini juga yang menempatkan Indonesia sebagai negara kedua paling banyak terhadap penderita TBC.
Pernyataan itu disampaikan Budi unggahan vidio diakun instagram pribadinya. Dalam video tersebut, Budi mengatakan bahwa ada satu orang yang meninggal setiap empat menit sekali akibat menderita penyakit TBC.
“Setiap empat menit, satu orang Indonesia meninggal karena TBC. Jangan-jangan kamu calon salah satu. Indonesia itu ranking nomor dua dunia paling banyak penderita TB-nya,” ucap Budi Gunaidi.
Dikutip dari laman resmi kemenkes.go.id tercatat ada satu juta lebih kasus TBC setiap tahunnya. Meski begitu, Budi menilai hal itu bukan hanya berita buruk melainkan di satu sisi menjadi berita baik, sebab penyakit TBC di Indonesia perlahan mulai terdeteksi.
Dengan terdeteksinya penyakit TBC di tengah masyarakat, maka pemerintah secara tidak langsung bisa melakukan edukasi dan pencegahan secara dini. Dimulai dengan pengenalan gejala-gejala TBC agar masyarakat lebih mengenal dan bisa diobati sebelum penyakit tersebut semakin parah.
“Di satu sisi ini berita sedih, di sisi lain ini berita baik. Artinya penderita TB sudah berhasil kita temukan, tinggal kita obati,” ucap dia.
Adapun beberapa gejala TBC yang harus diketahui oleh masyarakat diantaranya adalah batuk secara terus menerus selama lebih dari dua Minggu, berat badan menurun tanpa melakukan diet, selalu berkeringat meski suhu ruangan dingin, badan terasa lemas dan nafsu makan yang hilang.
Melalui unggahan vidionya tersebut, Budi mengimbau kepada masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas saat mengalami berbagai gejala di atas. Hal itu dilakukan agar penyakit tersebut bisa diobati sedari dini. Terlebih TBC sendiri bisa diobati.