Kementerian ESDM Sebut BBM Pertamax Akan Turun Jika Minyak Dunia Turun
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia memberikan penjelasan terkait harga minyak dunia saat ini.
Kualitas udara pagi di Jakarta hari ini Rabu, (17/6) menempati urutan kedua terburuk didunia dan masuk dalam kategori tidak sehat. Tercatat, berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara atau air quality index (AQI) Jakarta berada di angka 162.
Dengan kata lain konsentrasi partikel halus particulate matter (PM) 2.5 di Jakarta tercatat mencapai 71,0 mikrogram per meter kubik. PM 2.5 saat ini 14,2 kali lipat dari nilai pedoman kualitas udara tahunan dari Organisasi kesehatan Dunia (WHO).
Polusi PM 2.5 atau partikel dengan diameter kurang dari 2,5 mikron merupakan partikel halus yang lebih kecil dari 2,5 mikron, kira-kira 1/25 diameter rambut manusia. Semakin padat, partikel tersebut dapat menyerupai kabut atau asap.
Angka PM 2.5 di Jakarta tergolong buruk dan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang tinggi, terutama bagi anak-anak, orang lanjut usia (lansia), dan orang dengan gangguan pernapasan atau kardiovaskular.
Melihat kondisi tersebut, disarankan untuk menghindari aktivitas outdoor, menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor, menggunakan masker saat di luar ruangan, dan menyalakan penyaring udara.
Berdasarkan data IQAir, Jakarta pagi ini menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Peringkat pertama diduduki kota Lahore di Pakistan, dengan AQI di angka 244.