Mewujudkan ‘Asta Cita’ Lewat Program MBG untuk Mewujudkan Generasi Emas Bangsa
MBG bukan hanya sekadar bantuan pangan, melainkan investasi peradaban dalam memutus rantai stunting
Dua kapal tanker Pertamina yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro per hari ini masih belum bisa melintas dari Selat Hormuz. Keduanya belum bergerak dari Teluk Persia akibat protokol ketat yang dilakukan Iran.
Iran menerapkan peraturan ketat bagi kapal-kapal yang hendak melintas Selat Hormuz wajib melalui proses koordinasi dan negosiasi dengan pihak penjaga keamanan Iran. Protokol tersebut diterapkan untuk memastikan keamanan di tengah situasi konflik yang sedang terjadi.
Melansir dari laporan idntimes.com Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengungkapkan kondisi Selat Hormuz hingga saat ini dalam keadaan yang tidak biasa. Padahal, sejak Selasa (7/4) Amerika Serikat, Israel dan Iran telah sepakat melakukan gencatan senjata selama dua minggu.
Dengan kondisi tersebut, nasib dua kapal tanker milik PT Pertamina hingga kini masih belum jelas dan belum bisa melintas. Keduanya masih berada di perairan Timur Tengah. Boroujerdi menyebut agar kapal bisa lewat Selat Hormuz harus melewati sejumlah protokol.
"Terkait dengan kondisi di Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Seperti yang kita ketahui, di sana memiliki kesensitivitasan saat masa-masa perang dan harus melalui beberapa protokol," ujar Boroujerdi seperti dikutip dari idntimes.com
Ia menambahkan, protokol itu diberlakukan oleh pihak keamanan atau penjaga Selat Hormuz. Selain itu, agar kapal komersial bisa lewat Selat Hormuz, ada proses negosiasi yang harus dilakukan.
"Negosiasi itu dilakukan dengan pihak terkait dan penjaga keamanan Republik Islam Iran. Itu semuanya melewati protokol tertentu," ujarnya.
Namun ia tak menjelaskan protokol apa yang harus dilewati oleh pihak Pertamina agar dua kapalnya bisa lewat Selat Hormuz dengan aman.
Berdasarkan laporan dari stasiun berita BBC pada Jumat (10/4) melaporkan, sejak gencatan senjata pada Selasa kemarin, Selat Hormuz tetap masih terbatas untuk dilewati. Sejumlah kapal yang berada di perairan Teluk Persia menerima pesan, mereka akan dibidik dan dihancurkan bila tetap mencoba lewat Selat Hormuz tanpa izin Iran. Hanya beberapa kapal saja yang berhasil melewati Selat Hormuz sejak tiga hari terakhir.