Curhatan Hati Wika Salim yang Sudah Tak Sabar Ingin Menikah
Wika Salim membeberkan terkait rencana pernikahannya dengan sang kekasih Max Adam.
Makanan ‘ultra proses’ atau keripik yang biasa menjadi cemilan andalan diwaktu-waktu tertentu ternyata mempunyai efek samping bagi kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian yang baru-baru ini dilakukan ternyata mengkonumsi makanan ultra proses tak hanya dapat mempengaruhi dampak jangka panjang namun juga dapat menurunkan konsentrasi otak.
Melansir laporan Kompas.com penelitian terbaru menunjukkan bahwa makanan ultra proses tidak hanya berdampak jangka panjang, tetapi juga bisa memengaruhi konsentrasi dalam waktu singkat. Bahkan, efeknya tetap muncul meski pola makan secara keseluruhan tergolong sehat.
Hanya dengan mengkonsumsi satu bungkus keripik itu sudah dapat mempengaruhi fokus seseorang. Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Australia dan Brasil ini melibatkan lebih dari 2.100 orang dewasa paruh baya. Hasilnya menunjukkan adanya penurunan kemampuan fokus dan kecepatan pemrosesan mental setelah peserta mengonsumsi makanan ultra proses seperti keripik.
Lebih lanjut, peneliti utama, Dr. Barbara Cardoso dari Monash University, menyebut penurunan tersebut dapat diukur secara jelas.
“Kami melihat adanya penurunan yang nyata dan terukur dalam kemampuan seseorang untuk fokus,” ujarnya, seperti dikutip dari The Independent
Menariknya, efek ini bisa terjadi hanya dalam hitungan menit setelah makanan dikonsumsi.
Salah satu temuan penting dalam studi ini adalah bahwa dampak negatif tetap terjadi meskipun seseorang menjalani pola makan sehat, seperti diet Mediterania. Artinya, konsumsi makanan ultra proses tetap berpengaruh terhadap fungsi kognitif, meskipun hanya sebagian kecil dari total asupan harian.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh keseimbangan diet secara keseluruhan, tetapi juga oleh tingkat pemrosesan makanan tersebut. Selain berdampak pada fokus, konsumsi makanan ultra proses juga dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia.
Peneliti menemukan bahwa individu yang mengonsumsi lebih banyak makanan jenis ini memiliki faktor risiko yang lebih tinggi terhadap penurunan fungsi otak. Temuan ini sejalan dengan studi Harvard Medical School tahun 2022 yang menunjukkan peningkatan risiko demensia hingga 25 persen pada kelompok dengan konsumsi tinggi makanan ultra proses. Penelitian lain juga mengaitkan konsumsi daging olahan dan minuman manis dengan penurunan daya ingat dan kinerja kognitif.
Hasil penelitian ini memperkuat pentingnya memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama dalam menjaga fungsi otak dan kemampuan fokus.