Curhatan Hati Wika Salim yang Sudah Tak Sabar Ingin Menikah
Wika Salim membeberkan terkait rencana pernikahannya dengan sang kekasih Max Adam.
Ikan patin menjadi makanan favorit bagi kebanyakan orang karena dagingnya yang lembut dan kaya akan protein. Meski begitu masih ada banyak orang yang salah saat mengolahnya sehingga menyebabkan potongan ikan patin tersebut hancur.
Dikutip dari Kompas.com dibalik kelezatan ikan patin, terselip cara pengolahan yang benar agar ikan patin tersebut tetap utuh, cantik, dan tidak hancur saat dimasak. Menyajikan ikan patin memang memiliki tantangan tersendiri terutama saat mengolahnya sehingga potongan daging ikan tersebut tak mudah sekali hancur.
Karena rasanya gurih dan dagingnya lembut, tak heran ikan patin digemari oleh hampir semua kalangan, mulai dari anak-anak, ibu hamil, bahkan lansia. Di Indonesia sendiri, ikan ini sudah umum dikonsumsi dan diolah menjadi aneka hidangan, mulai dari ikan patin goreng atau bakar, sup ikan, hingga kerupuk ikan.
Selain kandungan gizi yang telah disebutkan di atas, ikan patin juga mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6 yang cukup melimpah. Ikan ini juga mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin K, kalsium, serta kolin yang juga baik untuk kesehatan tubuh jika diolah dengan benar.
Berikut ini ada tips yang dianjurkan untuk memasak ikan patin yang benar dan lezat.
Cara masak ikan patin agar tidak mudah hancur
1.Jangan potong terlalu kecil
Banyak orang tidak sadar bahwa ukuran potongan sangat memengaruhi tekstur ikan saat dimasak. Untuk ikan patin, jangan memotongnya terlalu kecil terutama jika akan digoreng atau dimasak kuah.
Potongan kecil membuat daging lebih rapuh dan mudah hancur saat dibalik. Idealnya, satu ekor ikan patin cukup dipotong menjadi maksimal tiga bagian besar. Dengan ukuran lebih besar, struktur daging akan tetap kuat meski terendam kuah atau terkena panas minyak.
2. Jangan dimasak terlalu lama
Ikan patin termasuk jenis ikan yang cepat matang. Itu berarti, memasaknya terlalu lama justru akan membuat dagingnya rapuh dan mudah terburai. Jika digoreng, perhatikan warna luarnya. Begitu mulai terlihat kecokelatan, segera angkat dan tiriskan.
Untuk masakan berkuah, cukup masak hingga dagingnya berubah warna dan bumbu mulai meresap. Terlalu lama memasak hanya akan membuat tekstur lembutnya berubah menjadi lembek dan akhirnya hancur.
3. Gunakan api kecil
Intensitas api tidak boleh diabaikan saat memasak ikan patin. Gunakan api kecil agar panas minyak atau kuah tidak terlalu tinggi. Api besar bisa membuat bagian luar ikan matang terlalu cepat sementara bagian dalam masih rapuh, sehingga ikan lebih mudah hancur saat disentuh.
Dengan api kecil, ikan akan matang secara perlahan dan lebih stabil, menjaga teksturnya tetap utuh.
4. Masukkan terakhir dalam masakan berkuah
Untuk masakan berkuah seperti sup atau pindang, banyak orang memasukkan ikan di awal proses memasak. Namun, hal ini tidak berlaku untuk ikan patin.
Ikan patin harus dimasukkan terakhir, setelah bumbu dan kuah benar-benar siap. Masak hanya sebentar sampai bumbu meresap. Cara ini membantu menjaga tekstur ikan tetap solid dan tidak mudah pecah meski terkena panas.