Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Jam Tidur Kurang? Hati-hati Karena Bisa Berdampak Ini ke Tubuh

 

Kurangnya jam tidur dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Dampak yang paling bisa dilihat yakni perubahan kulit, wajah kusam hingga munculnya jerawat diwajah.

Dikutip dari Kompas.com dokter spesialis kulit di Golden State Dermatology dan pendiri KilgourMD, James Kilgour, menjelaskan efek buruk dari kurangnya jam tidur yang bisa menganggu kesehatan kulit.

Tidur adalah salah satu pilar kesehatan kulit yang paling penting, dan paling sering diabaikan," tutur James Kilgour, MD.

Lebih lanjut, James Kilgour menerangkan waktu tidur yang kurang secara cepat dapat memengaruhi tampilan luar tubuh. Ketika kamu tidak cukup memejamkan mata di malam hari, tanda-tandanya langsung terlihat jelas di cermin. Perubahan mulai dari lingkar hitam yang menebal, kemerahan, hingga wajah yang tampak kusam, tidak bisa dihindari.

Waktu tidur malam adalah fase dimana tubuh sedang bekerja keras untuk pemuluhan setelah beraktivitas seharian. Fase tidur nyenyak memicu tubuh untuk meningkatkan sirkulasi darah menuju area kulit, mempercepat produksi kolagen, dan memaksimalkan perbaikan sel yang rusak.\

Ini adalah waktu paling penting bagi tubuh untuk memulihkan diri. Oleh karena itu, membangun rutinitas perawatan malam hari sangatlah dianjurkan.

1.Lapisan pelindung kulit melemah

Waktu tidur yang kurang berarti memperlambat proses pemulihan alami yang dibutuhkan. Akibatnya, pelindung alami kulit menjadi jauh lebih rapuh, sehingga kelembapan mudah menguap ke udara sementara bakteri rentan masuk.

"Kurang tidur mencegah kulit memperbaiki dirinya sendiri, membuatnya kusam, kering, dan lebih rentan terhadap garis-garis halus, bengkak, dan bahkan rasa gatal," kata dr. Marmur.

Kerusakan ini berdampak lebih dalam jika terus dibiarkan berlarut-larut. Kulit wajah akan bereaksi lebih sensitif dan kesulitan mengunci hidrasi dasar. "Kita dapat melihat gangguan fungsi pelindung dan penyembuhan peradangan atau jerawat yang lebih lambat," imbuh dr. Kilgour.

2.Memicu Jerawat dan Peradangan

Ketika kurang istirahat menjadi rutinitas yang dianggap normal, peningkatan hormon stres akan memperparah keadaan kulit wajah. Dokter spesialis kulit dan co-founder ERLY, Hallie McDonald, MD, menuturkan, ketika tubuh berfungsi dengan tidur yang terbatas dan berkualitas buruk, kadar kortisol bisa meningkat.

"Kadar kortisol dapat meningkat dan berdampak negatif pada kemampuan kulit untuk memperbaiki diri, sekaligus mengurangi sirkulasi dan menyebabkan penampilan kusam serta lelah," terang dr. McDonald.

Lonjakan hormon kortisol berlebihan dapat merangsang produksi minyak yang memperparah jerawat, serta memicu berbagai kondisi peradangan kulit. Kondisi ini juga meningkatkan tingkat inflamasi di tubuh yang sering muncul dalam bentuk kemerahan.

3. Wajah Tampak Kusam dan Membengkak

Jika wajah terlihat kehilangan rona setelah melewati malam panjang, ada alasan biologis di balik hal tersebut. Tingginya kadar kortisol dan buruknya sirkulasi darah membuat kulit terkesan sangat lelah. Pola tidur yang berantakan juga berkaitan erat dengan munculnya kantung mata yang membengkak. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh perpindahan cairan dan perubahan sirkulasi minor di sekitar area mata.

Menjaga kualitas tidur memang kerap terganggu oleh berbagai hal. Jika waktu ideal tidak terpenuhi, kamu bisa menggunakan alat pijat wajah untuk mengurangi pembengkakan pagi hari atau memakai korektor warna guna menetralkan rona kulitmu. Meski demikian, segala trik kecantikan tersebut tidak akan pernah bisa menggantikan manfaat utama dari kualitas istirahat yang baik.


Artikel Terkait