Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Bahan Makanan Ini Tidak Dianjurkan Disimpan di Kulkas

 

Kulkas kerap dianggap tempat terbaik untuk menyimpan semua bahan makanan agar awet. Kenyataannya, tidak semua bahan cocok berada di suhu dingin. Beberapa justru dapat merubah rasa, tekstur, bahkan nilai gizinya bila disimpan di kulkas.

Dikutip dari Kumparan.com menurut dosen Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi, Sekolah Vokasi IPB University, Rosyda Dianah, SKM, MKM, kebiasaan tersebut tidak otomatis membuat makanan aman.

Rosyda menambahkan, jika dilakukan secara tidak tepat, makanan dapat menjadi sumber penyakit bawaan makanan (foodborne disease) dan mengalami degradasi mutu gizi.

“Memasukkan makanan ke dalam kulkas bukan berarti proses kerusakan makanan berhenti sepenuhnya. Bakteri tidak mati di dalam kulkas. Kulkas pada suhu sekitar 1-4°C berfungsi memperlambat pertumbuhan sebagian besar bakteri, bukan mensterilkan makanan. Karena itu, makanan tetap memiliki masa simpan yang terbatas,” ucap Rosyda.

Menurut Rosyda, kebiasaan menyimpan makanan sisa di dalam kulkas pada dasarnya aman dan bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi persyaratan tertentu. Hal tersebut sangat bergantung pada cara pendinginan, suhu penyimpanan, lama penyimpanan, hingga proses pemanasan kembali. Berikut ini ada 5 jenis bahan makanan yang tak dianjurkan disimpan di kulkas.

1. Tomat
Suhu dingin menghambat proses pematangan dan dapat membuat daging tomat menjadi mealy atau berpasir, dengan rasa lebih hambar. Simpan tomat matang di suhu ruang, jauh dari sinar matahari langsung, dan masukkan ke kulkas hanya bila sudah terlalu matang agar tidak cepat busuk.

2. Bawang merah dan bawang putih
Kelembapan di kulkas membuat bawang lembek, berjamur, atau bertunas. Bawang lebih awet bila disimpan di tempat kering, sejuk, dan memiliki sirkulasi udara baik, misalnya di keranjang berpori. Jangan menyimpannya dalam kantong plastik tertutup.

3. Kentang
Suhu dingin mengubah pati kentang menjadi gula. Saat digoreng atau dipanggang pada suhu tinggi, kandungan gula yang lebih tinggi dapat memicu terbentuknya akrilamida, senyawa yang dalam penelitian pada hewan dikaitkan dengan risiko kanker, meski risikonya pada manusia masih terus dikaji. Simpan kentang di tempat gelap, kering, dan sejuk.

4. Roti
Roti di kulkas cenderung lebih cepat keras dan kering karena pati mengalami retrogradasi. Bila ingin menyimpan lebih lama, bekukan di freezer dalam keadaan terbungkus rapat, lalu panaskan sebelum dimakan. Untuk pemakaian dalam satu atau dua hari, cukup simpan dalam wadah tertutup di suhu ruang.

5. Madu
Madu tidak perlu didinginkan karena sifatnya yang alami awet. Di kulkas, madu justru lebih cepat mengkristal dan menjadi keras. Kristalisasi sebenarnya tidak merusak madu, dan bisa dilunakkan dengan merendam wadah dalam air hangat.

Selain kelima bahan tersebut, pisang juga sering mengalami kulit menghitam bila didinginkan, meski daging buahnya masih layak dikonsumsi. Sementara itu, produk yang rentan basi seperti daging, ikan, susu, telur, dan sisa makanan matang tetap perlu disimpan di kulkas.

Prinsip umumnya adalah membaca label kemasan dan mengenali karakter bahan. Atur suhu kulkas di kisaran 4 derajat Celsius atau lebih rendah dan freezer pada minus 18 derajat Celsius agar makanan mudah rusak tetap aman. Dengan penyimpanan yang tepat, bahan makanan lebih awet, rasa terjaga, dan limbah makanan di rumah dapat berkurang.

 

Artikel Terkait