Mewujudkan ‘Asta Cita’ Lewat Program MBG untuk Mewujudkan Generasi Emas Bangsa
MBG bukan hanya sekadar bantuan pangan, melainkan investasi peradaban dalam memutus rantai stunting
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) secara resmi akan melakukan vaksin campak yang diperuntukan bagi bagi tenaga kesehatan. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk memberikan perlindungan maksimal untuk garda terdepan yang masih rawan terpapar penularan campak.
Melansir dari Kompas.com Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, Kemenkes RI, dr. Andi Saguni, MA, dalam konferesi pers daring via Zoom menyampaikan bahwa langkah ini mulai diimplementasikan secara serentak pada Jumat (10/4) di berbagai rumah sakit yang tersebar di wilayah dengan tingkat kasus penyebaran tertinggi.
"Kementerian Kesehatan senantiasa berusaha melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan karena merupakan kelompok yang sangat berisiko terhadap penularan campak, melalui pemberian imunisasi campak atau MR," sambung dr. Andi.
Meski grafik nasional menunjukkan tren penurunan jumlah infeksi campak sejak awal tahun, kelompok pekerja fasilitas pelayanan kesehatan dinilai memiliki kerentanan dan risiko paparan yang sangat besar.
"Imunisasi MR ini akan diberikan pada 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi, serta 28.321 dokter umum dan dokter gigi intensif di seluruh Indonesia," beber Andi.
Enam rumah sakit perwakilan menjadi pelaksana pencanangan program, yakni RS Adam Malik Medan, RS M Hoesin Palembang, RS Pusat Otak Nasional (PON) Jakarta, RSPI Sulianti Saroso Jakarta, RSUD Kota Bandung, serta RSUP Makassar CPI, secara serentak memulai proses penyuntikan bagi jajaran staf medis mereka.
Berdasarkan pemaparan dari perwakilan masing-masing rumah sakit, distribusi vial vaksin MR dari dinas kesehatan tingkat provinsi maupun kota terpantau berjalan sangat lancar. Hal ini memungkinkan proses vaksin langsung dieksekusi tepat pada hari pencanangan.
Perlindungan dengan vaksin ini penting lantaran mampu memberikan rasa aman yang lebih tinggi bagi para pekerja di area berisiko tinggi, seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun ruang perawatan intensif lainnya.
Upaya ini juga efektif untuk meminimalisasi potensi transmisi penyebaran virus ke lingkungan rumah sakit, yang sekaligus menjaga keselamatan pasien yang dirawat, rekan sejawat, hingga anggota keluarga di rumah, dari ancaman virus campak.