Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Otoritas Masjidil Haram Perketat Prosedur Masuk Hijr Ismail, Jemaah Perempuan Diminta Ikuti Sistem Antrean Baru

Otoritas Masjidil Haram menerapkan mekanisme baru bagi jemaah perempuan yang ingin beribadah di area Hijr Ismail. Kebijakan ini diberlakukan untuk mengatur arus jemaah agar lebih tertib sekaligus mengurangi kepadatan di salah satu lokasi yang paling diminati di sekitar Ka'bah.

Informasi mengenai prosedur terbaru tersebut ditampilkan melalui layar informasi resmi di King Fahd Gate (Pintu 79) Masjidil Haram. Dalam aturan yang berlaku saat ini, jemaah perempuan tidak lagi diperkenankan langsung menuju Hijr Ismail, melainkan wajib mengikuti sistem antrean yang telah ditentukan oleh petugas keamanan.

Sebagai bagian dari mekanisme tersebut, jemaah perempuan diarahkan untuk mengantre di area depan Pintu 75, 76, atau 77. Setelah itu, petugas akan memanggil jemaah secara bertahap dalam beberapa kelompok sebelum dipersilakan memasuki Hijr Ismail sesuai kapasitas yang tersedia. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran pergerakan jemaah di kawasan sekitar Ka'bah.

Berdasarkan informasi resmi yang dipasang di Gate 79, akses bagi jemaah perempuan saat ini dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 09.00 waktu Arab Saudi. Meski demikian, otoritas mengingatkan bahwa jadwal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada kondisi operasional maupun tingkat kepadatan jemaah di Masjidil Haram.

Untuk meningkatkan peluang memperoleh giliran masuk, jemaah disarankan datang lebih awal sebelum antrean memanjang. Selain itu, jemaah juga dianjurkan menjaga wudu sebelum memasuki area antrean, membawa botol semprot kecil berisi air apabila diperlukan untuk memperbarui wudu, serta selalu mengikuti arahan petugas keamanan selama proses berlangsung.

Hijr Ismail merupakan area berbentuk setengah lingkaran yang berada di sisi Ka'bah dan diyakini sebagai bagian dari fondasi asli bangunan Ka'bah. Karena keutamaannya, banyak umat Islam berupaya melaksanakan salat dan berdoa di lokasi tersebut, sehingga akses menuju area ini kerap dibatasi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh jemaah.

Dengan diterapkannya sistem antrean dan pembatasan waktu ini, otoritas berharap pelaksanaan ibadah di Hijr Ismail dapat berlangsung lebih tertib, aman, serta memberikan kesempatan yang lebih merata bagi jemaah dari berbagai negara.

 

Artikel Terkait