Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Dirut Bulog Sebut Masyarakat Kini Bisa Melakukan Pengecekan Stok Beras Nasional

Badan Usaha Logistik atau disingkat Bulog membuat terobosan baru dengan mempersilahkan masyarakat melakukan pengecekan ketersediaan stok beras diberbagai derah. Tujuan tentu aja sebagai transparasi kepada masyarakat mengenai pengeloaan stok beras dengan real time.

Dilansir dari Antara Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memberikan penjelasan terkait kebijakan keterbukaan pengecekan gudang bulog yang bisa dicek oleh masyarakat. Kebijakan ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman.

Jadi sekarang Bulog sudah terbuka untuk umum. Saya sampaikan, perintah dari Pak Mentan selaku Kepala Bapanas, gudang-gudang Bulog boleh diakses oleh siapapun juga," tutur Ahmad Rizal Ramdhani.

Bagi masyarakat yang ingin mengunjungi gudang Bulog harus memenuhi ketentuan dengan mendaftar dan konfirmasi izin agar seluruh kegiatan tetap terdata dan berjalan tertib.

Menurut Rizal, keterbukaan gudang dilakukan untuk menghilangkan kesan tertutup dalam pengelolaan pangan serta membangun kepercayaan publik terhadap kondisi stok beras nasional saat ini.

"Namun harus terdaftar, harus dikonfirmasikan izin dulu. Jadi harus (izin dulu), nggak boleh liar juga gitu, tapi harus terdata, siapa yang mau melihat gudang Bulog, monggo kita buka dengan tangan terbuka," tegas dia.

Keterbukaan informasi ini menjadi langkah penting agar masyarakat memahami capaian swasembada pangan nasional serta mengetahui langsung pengelolaan beras pemerintah yang dilakukan secara profesional dan terukur.

"Zaman sekarang kan zaman keterbukaan. Jadi tidak lagi ditutup-tutupin dan lain sebagainya. Harapan kami biar masyarakat tahu, siapapun, baik adik-adik mahasiswa, anak-anak sekolah, bahkan elemen-elemen masyarakat, biar tahu kondisi beras kita betul-betul berlimpah dan swasembada pangan," tegas Rizal.

Kedepannya Bulog juga berencana akan memperluas program kunjungan tersebut bagi mahasiswa perguruan tinggi agar generasi muda dapat memahami sistem logistik dan pengelolaan cadangan pangan pemerintah secara langsung.

Dengan kebijakan baru ini, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan beras nasional karena pemerintah memiliki cadangan pangan memadai yang terus dijaga kualitas dan distribusinya melalui pengelolaan gudang secara optimal.

 

Artikel Terkait