Hadir di Desa Kemloko Temanggung, Pemerintah Tekankan Peran Strategis Badan Gizi Nasional dalam Program MBG
Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni dengan melakuka
Minahasa Selatan, Sulawesi Utara (29/4) – Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menegaskan bahwa isu gizi bukan sekadar persoalan kesehatan masyarakat, melainkan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas masa depan bangsa. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Desa Romoong Bawah, Minahasa Selatan, Selasa (28/4).
Dalam paparannya, Felly Runtuwene menyoroti tantangan serius yang masih membayangi Indonesia, seperti angka stunting, wasting, dan anemia, terutama pada kelompok ibu hamil dan anak-anak. Ia menekankan bahwa penyelesaian masalah ini tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan semata.
"Permasalahan gizi adalah tantangan bersama yang harus dijawab melalui kolaborasi nyata seluruh pihak, mulai dari sektor pendidikan, pertanian, sosial, hingga ekonomi," ujar Felly.
Menurutnya, sinergi lintas sektoral menjadi kunci agar program pemenuhan gizi dapat berjalan secara komprehensif dan berkelanjutan.
Sebagai Ketua Komisi IX, Felly menegaskan komitmen penuh DPR RI dalam mendukung program gizi nasional melalui tiga fungsi utama: legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia memberikan catatan khusus agar setiap intervensi yang dilakukan pemerintah harus didasarkan pada data dan bukti ilmiah.
"Intervensi yang dilakukan harus tepat sasaran dan berdampak maksimal. Mari jadikan upaya perbaikan gizi sebagai gerakan nasional yang berkelanjutan demi masa depan Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera," tuturnya.
Acara sosialisasi ini diakhiri dengan harapan besar agar Program Makan Bergizi Gratis dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Minahasa Selatan, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.