Dari Cafe hingga Konser, Budaya "Healing" Jadi Cermin Tekanan Hidup Anak Muda
Perubahan fenomena ini menegaskan bahwa kebutuhan akan ruang pemulihan mental kini menjadi bagian ta
Industri kecantikan kini menuntut lebih dari sekadar tren viral konsumen ingin tahu riset di balik formula yang mereka pakai. L'Oréal Groupe dan Shopee menyelenggarakan House of Beauty Hyper Brand Day pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026 beberapa waktu lalu. Dalam acara tersebut, L'Oréal mengedepankan riset sains dan teknologi untuk menjamin keamanan serta efektivitas produk kecantikan bagi konsumen global.
Dikutip dari suara.com perusahaan itu memperkenalkan dua inovasi utama baru. Perusahaan meluncurkan inovasi Melasyl untuk mengatasi hiperpigmentasi dan teknologi filter UV Mexoryl 400 guna melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Teknologi Mexoryl 400 dirancang khusus menjawab tantangan iklim tropis.
Teknologi filter UV ini mampu membantu melindungi kulit dari paparan ultra-long UVA, salah satu spektrum sinar ultraviolet yang berkaitan dengan pigmentasi dan penuaan dini, dan kini digunakan dalam rangkaian La Roche-Posay Anthelios UVMune 400.
Festival kolaborasi L'Oréal Groupe dan Shopee ini telah berlangsung pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026 dan menghadirkan 13 brand kecantikan dalam satu platform, lengkap dengan promo, peluncuran lima produk eksklusif, serta pengalaman belanja digital yang lebih interaktif.
Dalam laporan yang sama. Kepala Riset dan Inovasi L'Oréal Indonesia turut menjelaskan bahwa strategi perusahaan tidak sekadar mengikuti tren pasar, melainkan dibangun dari proses riset panjang yang melibatkan sains, teknologi, serta pemahaman kebutuhan konsumen lokal.
Pergeseran preferensi konsumen ini sejalan dengan tren global para dermatolog turut menyoroti bahwa arah skincare kini kembali ke bahan-bahan yang teruji secara klinis, bukan sekadar sensasi sesaat di media sosial. Fenomena ini menandai babak baru industri kecantikan Indonesia yang semakin kritis dan berorientasi pada bukti ilmiah dalam memilih produk perawatan kulit.