Kartini Media
Mette-Marit. (Foto: Pinterest)

Calon Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit Sukses Menjalani Operasi Transplantasi Paru-Paru

 

Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, dilaporkan sukses menjalani transplantasi paru-paru seusai diprediksikan umurnya tersisa kurang dari satu tahun lagi. Mette-Marit diketahui telah bertahun-tahun berjuang melawan fibrosis paru kronis sejak 2018.

Dikutip dari Hello! Magazine, transplantasi paru-paru yang dilakukan Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit berjalan dengan lancar pada Rabu, (17/6). "Yang Mulia Putri Mahkota Mette-Marit telah menjalani transplantasi paru-paru yang sukses di Rumah Sakit Universitas Oslo Rikshospitalet di Oslo," tulis Istana Norwegia.

Setelah menjalani serangkaian proses transplantasi, Mette Marit menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukungnya terutama saat berada dimasa-masa sulit.

"Putra Mahkota dan Putri Mahkota menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas banyak pesan hangat dan baik yang telah mereka terima. Ini sangat berarti bagi mereka di masa sulit ini."

Dalam laporannya, kepala Bedah Toraks di Rikshospitalet, Arna Tiana menambahkan, "Sejauh ini, transplantasi paru-paru telah berhasil. Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada semua anggota tim yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaannya." tutur Arna.

"Kami sangat senang bahwa semuanya berjalan lancar sejauh ini. Seperti pasien transplantasi baru lainnya, Putri Mahkota akan tetap dirawat di rumah sakit Rikshospitalet selama beberapa minggu ke depan." tambahnya.

Sebelum menjalani transplantasi, kondisi Mette-Marit dilaporkan semakin memburuk dengan diprediksi hanya bisa bertahan hidup hingga satu tahun ke depan meski telah dimasukkan dalam daftar tunggu transplantasi paru-paru.

Mengutip Daily Mail, Mette-Marit didiagnosis menderita fibrosis paru, penyakit progresif yang merusak dan membentuk jaringan parut pada jaringan paru-paru, pada 2018.

Penyakit itu dapat menyebabkan masalah pernapasan yang serius dan belum ada obat untuk menyembuhkannya. Ia telah menangguhkan tugas-tugas resminya dan pembaruan medis baru hanya akan diberikan setelah transplantasi paru-paru dilakukan, demikian pernyataan dari Istana Kerajaan Norwegia. Setelah keluar dari rumah sakit, 'akan ada periode rehabilitasi dan pelatihan yang lebih lama' di mana 'pada awalnya tidak akan ada pembaruan.'

 

Artikel Terkait