Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Begini Cara Makan Es Krim yang Dianjurkan dan Lebih Sehat

 

Es krim adalah salah jenis sajian yang hampir disukai oleh semua orang. Rasa manis dan segar saat mengkonsumsinya menjadi salah satu keunggulan yang tak dimiliki sajian lainnya. Meski begitu, adapun cara yang dianjurkan saat memakan es krim yang membuatnya menjadi lebih sehat.

Es krim adalah salah satu sajian makanan enak untuk membuat hati senang, tetapi bisa menjadi masalah jika tidak dibatasi dan salah saat menikmatinya. Es krim memiliki rasa yang manis dan dingin, dan perlu dinikmatinya dengan caranya sendiri.

Dalam satu scoop atau sekitar 100 gram es krim yang terbuat dari susu sapi mengandung 210 kkal. Namun, hal ini tergantung dari bahan dasar susunya. 

Dilansir dari PCNA, berikut ini adalah cara yang dianjurkan saat mengkonsumsi es krim supaya tidak asal menyendoknya.

Cara yang dianjurkan saat mengkonsumsi es krim

1.Batasi konsumsi hingga satu porsi

Ukuran porsi sangat memengaruhi jumlah kalori, gula, dan lemak yang masuk ke tubuh. Satu porsi es krim sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Sebagai gambaran, setengah cup (sekitar 125 mililiter) es krim vanila mengandung sekitar 137 kalori, 14 gram gula, 7,26 gram lemak, dan 15,58 gram karbohidrat,.

Jumlah kalori tersebut sekitar dua kali lipat dibandingkan setengah cup susu full cream dan dapat meningkat ketika es krim diberi tambahan topping kukis dan saus yang manis.

2. Periksa label gizi

Kandungan nutrisi setiap es krim dapat berbeda, tergantung bahan, rasa, dan proses pembuatannya. Maka dari itu, disarankan memeriksa ukuran sajian, kalori, gula, lemak jenuh, dan natrium pada label kemasan. Membaca label gizi menjadi salah satu langkah penting untuk menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Persentase Nilai Harian atau Daily Value (%DV) menunjukkan seberapa besar kandungan suatu zat gizi dalam satu porsi berkontribusi terhadap kebutuhan harian, dilansir dari Food and Drug Administration.

3. Tetap periksa es krim berlabel keto-friendly

Es krim berlabel keto-friendly merupakan produk rendah karbohidrat yang biasanya menggunakan pemanis pengganti, seperti stevia, monk fruit, atau eritritol, sebagai pengganti gula. Penggunaan bahan tersebut bertujuan membantu menekan kandungan karbohidrat agar sesuai dengan pola makan ketogenik, dilansir dari Health.

Sementara itu, produk yang disebut keto-friendly disebut bisa mengandung karbohidrat lebih rendah, tetapi belum tentu rendah lemak jenuh dan natrium. Sorbet juga tidak otomatis lebih sehat. Meski biasanya tidak menggunakan produk susu, beberapa sorbet justru mengandung gula tambahan lebih banyak, dibandingkan es krim biasa.

4. Nikmati perlahan tanpa distraksi

Cara makan juga dapat memengaruhi jumlah yang dikonsumsi. Es krim lebih baik dinikmati secara perlahan tanpa gangguan ponsel atau televisi. Ambil suapan kecil, kemudian perhatikan rasa dan teksturnya.

Menikmati makanan dengan lebih sadar dapat membantu seseorang merasa puas meski mengonsumsi porsi yang lebih sedikit.

5. Pilih bahan tambahan yang lebih bernutrisi

Buah segar, kacang, atau sedikit cokelat hitam dapat menjadi pilihan tambahan untuk menikmati es krim karena turut menyumbang zat gizi. Alternatif lain sebagai pengganti es krim adalah yoghurt beku tawar dengan buah segar, pisang beku yang diblender bersama susu almond, atau es krim berbahan alpukat, bubuk kakao, ekstrak vanila, dan susu nabati.

Namun, ukuran porsi tetap perlu diperhatikan karena bahan yang mengandung lemak sehat pun tetap menyumbang kalori.

6. Seimbangkan dengan pola makan dan aktivitas

Es krim sebaiknya dinikmati sebagai makanan selingan dalam pola makan yang seimbang, bukan sebagai sumber gizi utama. Kalori yang dikonsumsi perlu diseimbangkan dengan energi yang digunakan tubuh. Berjalan kaki saat atau setelah menikmati es krim dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menambah aktivitas harian.

Sejumlah penelitian memang menemukan hubungan antara konsumsi es krim dan risiko diabetes tipe 2 atau penyakit kardiovaskular yang lebih rendah, dilansir dari Premium Medical Circle.

Artikel Terkait