MasyaAllah Lima Artis Ini Jalani Umroh di Bulan Ramadan 2026
Sejumlah artis Tanah Air ini lebih memilih untuk menjalani ibadah umroh dibulan ramadan karena sebag
Konflik Iran-Amerika Serikat di Timur Tengah mulai memberikan efek domino bagi dunia. Ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran memicu kenaikan harga minyak dunia yang melambung tinggi. Lalu bagaimanakah dengan pasokan minyak di Indonesia yang dikelola Pertamina? Berikut penjelasannya!
Dilansir Reuters, harga minyak Brent saat ini naik 6,4 persen menjadi 77,57 dollar AS per barel, meski sempat menyentuh 82,00 dollar. Sementara harga minyak AS naik 6,2 persen menjadi 71,17 dollar per barel. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia yang bisa ikut terdampak.
Situasi ini menjadi semakin sulit, sebab serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran masih berlangsung tanpa tanda-tanda mereda. Begitu pun dengan Iran yang tidak tinggal diam dan terus memberikan serangan balasan ke AS dan Israel.
Kondisi tersebut membuat negara di seluruh dunia cemas bila hal ini terus dibiarkan. Lalu bagaimanakah dengan pasokan minyak ke Indonesia?
Sebagai informasi, Selat Hormuz adalah selat yang memisahkan Iran dengan Uni Emirat Arab. Selat ini terletak di antara Teluk Oman dan Teluk Persia. Pada titik tersempit, lebar Selat Hormuz hanya mencapai 54 km saja. Selat ini merupakan satu-satunya jalur untuk mengirim minyak yang bernilai sekitar 8 juta ton atau 20-an persen ketergantungan minyak dunia,
Respon Pertamina
Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan pihaknya terus memantau situasi konflik yang terjadi di Timur Tengah tersebut. “Untuk saat ini, kami memperhatikan keselamatan dan keamanan pekerja maupun aset yang ada di sekitar wilayah tersebut,” kata Roberth saat dikutip dari Kompas.com, Senin (2/3).
"Pertamina terus memantau perkembangan situasi di wilayah timur tengah secara intensif untuk memastikan operasional Pertamina dalam menjaga pasokan energi tetap aman," tambahnya.
Di samping itu, sebagai perusahaan distribusi BBM di Indonesia, Pertamina juga menjamin keamanan pekerja yang berada di sekitar wilayah konflik. Roberth menuturkan, keselamatan mereka kini menjadi prioritas perusahaan. Dengan situasi yang terjadi, Pertamina tetap berkomitmen menyalurkan energi ke masyarakat untuk menjaga ketahanan energi nasional.