Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Gencatan Senjata Amerika Serikat dan Iran Picu Kenaikan Harga Emas Dunia, Berikut Harga Emas di Indonesia per 8 April 2026

Harga emas dunia pada Rabu, 8 April 2026 mengalami kenaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Iran sepakat untuk gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan ini dilakukan untuk menyelesaikan pembicaraan tentang mengakhiri perang yang telah mengguncang pasar global dalam beberapa waktu belakangan. Lalu bagaimanakah dengan harga emas di Indonesia?

Mengutip Yahoo Finance, Rabu (8/4), harga emas batangan naik hingga 3,1% menjadi di atas USD 4.850 per ounce, memperpanjang kenaikan 1,2% pada sesi sebelumnya.

Harga emas spot naik 3% menjadi USD 4.849,01 per ounce pada pukul 08.02 di Singapura. Untuk harga perak 5,4% menjadi USD 76,92. Platinum dan paladium juga mengalami kenaikan.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump menuturkan setuju untuk menangguhkan pengeboman kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan sendiri untuk memusnahkan seluruh peradaban Iran. Ia menambahkan, pembukaan kembali Selat Hormuz adalah syarat utama untuk jeda tersebut. Iran menuturkan, jalur aman melalui selat itu mungkin selama dua minggu.

Harga minyak anjlok di bawah USD 100 per barel dan dolar AS juga jatuh mendukung harga emas yang dihargai dalam mata uang AS. Saham melonjak lebih dari 2%. Sejak perang di Timur Tengah dimulai, emas batangan sebagian besar diperdagangkan seiring dengan saham dengan daya tariknya sebagai aset aman tradisional meredup. Hal ini karena kebutuhan beberapa investor untuk menutupi kerugian di tempat lain dalam portofolio mereka.

“Kenaikan harga emas di atas USD 4.800 mencerminkan kalibrasi ulang risiko, bukan pergeseran rezim sepenuhnya,” ujar Analis Pepperstone Group Ltd, Ahmad Assiri.

Ia menuturkan, kenaikan ini menunjukkan pasar sekarang memperhitungkan probabilitas gangguan berkepanjangan yang lebuh rendah sambil tetap mempertahankan diskon yang signifikan dibandingkan kondisi sebelum konflik Iran.

Memasuki minggu keenam, konflik tersebut telah mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan risiko inflasi, sehingga bank sentral lebih cenderung menunda pemotongan suku bunga atau bahkan menaikkannya. Para pedagang obligasi memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan biaya pinjaman tetap stabil hingga akhir tahun, yang akan menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Pada Selasa, sebelum gencatan senjata diumumkan, tiga pejabat Fed menyatakan kekhawatiran tentang inflasi dan perlambatan pertumbuhan. Wakil Ketua Philip Jefferson menggambarkan suku bunga secara umum berada dalam kisaran yang tidak mendorong maupun menghambat perekonomian, sementara Gubernur Bank Sentral New York, John Williams, mengatakan prospeknya terhadap tekanan harga yang mendasari di AS sebagian besar tidak berubah.

 

Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk dikutip dari Antara:

Galeri24

0,5 gram: Rp1.503.000, 1 gram: Rp2.865.000, 2 gram: Rp5.662.000, 5 gram: Rp14.049.000, 10 gram: Rp28.023.000, 25 gram: Rp69.680.000, 50 gram: Rp139.251.000, 100 gram: Rp278.363.000, 250 gram: Rp694.198.000, 500 gram: Rp1.388.396.000, 1.000 gram: Rp2.776.790.000

Antam

0,5 gram: Rp1.534.000, 1 gram: Rp2.964.000, 2 gram: Rp5.866.000, 3 gram: Rp8.773.000, 5 gram: Rp14.586.000, 10 gram: Rp29.115.000, 25 gram: Rp72.657.000, 50 gram: Rp145.231.000, 100 gram: Rp290.381.000

UBS

0,5 gram: Rp1.556.000, 1 gram: Rp2.879.000, 2 gram: Rp5.713.000, 5 gram: Rp14.117.000, 10 gram: Rp28.085.000, 25 gram: Rp70.077.000, 50 gram: Rp139.866.000, 100 gram: Rp279.620.000, 250 gram: Rp698.844.000, 500 gram: Rp1.396.048.000

 

 

 

Artikel Terkait