Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) berencana akan melakukan penambahan 30 unit kereta baru untuk melayani kurang lebih 86,8 juta penumpang. Penambahan rangkaian ini menjadi langkah strategis dengan menyesuaikan kapasitas sarana angkut dan pembangunan sistem persinyalan elektrik baru. Penambahan rangkaian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas angkut di seluruh lintas KRL Commuter Line Jabodetabek.
Mengutip dari liputan6.com VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa kajian pengadaan masih berlangsung dan kini mendekati tahap final.
"Untuk pengadaan 30 trainset, ini memang kajiannya terus dilakukan dan sudah mendekati tahap final. Jadi baik dari sisi KAI, KCI, maupun pemerintah dalam proses persiapan untuk merealisasikan kebutuhan tambahan kapasitas angkut tersebut," tutur Karina Amanda.
Rencana penambahan rangkaian KRL ini sebelumnya juga disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai respons atas tingginya kepadatan penumpang di wilayah Jabodetabek.
Meski belum merinci jalur prioritas, KAI Commuter memastikan penempatan rangkaian baru akan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, termasuk kapasitas stasiun. Selain itu, jumlah kereta dalam satu rangkaian akan ditingkatkan menjadi 12 gerbong.
"Jadi kami akan mengoperasikan sarana dengan stamformasi 12 (12 gerbong) pada lintas pelayanan yang secara infrastruktur sudah mampu menunjang pengoperasian tersebut," jelasnya.
Penambahan ini sejalan dengan intruksi Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp5 triliun untuk pengadaan 30 rangkaian KRL baru.
"Kereta api kita harus kita perluas dan perbesar. Untuk Jabodetabek, Dirut PT KAI mengatakan harus membuat tambahan gerbong, rangkaian baru," kata Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa satu rangkaian kereta membutuhkan dana sekitar USD 9 juta. Awalnya, pengajuan anggaran sebesar Rp4,8 triliun, namun pemerintah menaikkannya menjadi Rp5 triliun.
"Saya setujui, bahkan saya alokasikan Rp5 triliun. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu," tegasnya.
Presiden juga meminta agar pengadaan dapat diselesaikan secepat mungkin, dengan target maksimal satu tahun, bahkan diharapkan bisa rampung dalam enam bulan. Penambahan 30 rangkaian baru, diharapkan kapasitas layanan KRL Jabodetabek semakin meningkat dan mampu mengurangi kepadatan penumpang.