Polri: Perpanjang STNK Tanpa Data KTP Sebelumnya Bisa Dilakukan, Ini Syaratnya!
Kebijakan baru ini hadir sebagai respons atas polemik kewajiban melampirkan KTP pemilik sebelumnya y
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah yang akan berpotensi mengalami hujan lebat hingga angin kencang pada Jumat (17/4) hingga Sabtu (18/4).
Cuaca buruk atau hujan lebat hingga angin kencang akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Aceh, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, hingga Kalimantan Tengah.
Dalam laporannya, BMKG menyebut kondisi ini terjadi akibat dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG). Begitu juga dengan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi sebagian besar wilayah Sumatera.
“(Kondisi ini) turut memperkuat proses pembentukan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan,” tulis BMKG.
Taj hanya itu, BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia selatan Lampung, Selat Karimata, dan laut Arafuru yang mendorong terbentuknya zona pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi. Kondisi tersebut dapat memicu sekaligus meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan, baik di sekitar sirkulasi maupun di wilayah yang dipengaruhi pola angin tersebut.
Dilansir dari Peringatan Dini Hujan Indonesia BMKG, berikut ini beberapa wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang pada 17-18 April 2026:
Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat pada Jumat, (17/4): Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan.
Berdasarkan hasil analisis dan pemantauan BMKG, kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dalam skala global, regional, dan lokal. Pada skala global.