Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Pada 12-13 Juni 2026

 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan prakiraan cuaca yang terjadi di Tanah Air pada 12 – 13 Juni 2026. Berdasarkan rilis dari BMKG sebagian besar wilayah di Indonesia disebut sebagai kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH).

Dalam rilis resminya, BMKG mencatat kondisi hari tanpa hujan (HTH) di Indonesia saat ini bervariasi, mulai dari kategori sangat pendek hingga sangat panjang.

“Sebagian wilayah Indonesia (47,96 persen) berada dalam HTH kategori sangat pendek atau 1-5 hari. Namun, terdapat 20 lokasi yang masuk kategori HTH panjang (21-30 hari) dan satu lokasi dengan HTH sangat panjang (31 hari), yakni di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah,” tulis BMKG dalam keterangannya.

BMKG juga menyebut sekitar 28,6 persen wilayah zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Kondisi ini terutama terjadi di wilayah selatan Indonesia akibat aktifnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering.

Kondisi itu terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor seperti suhu udara. Akibatnya, pembentukan awan hujan di sejumlah daerah menjadi berkurang, terutama pada pagi hingga siang hari, sehingga suhu udara terasa lebih panas.

Akan tetapi, hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat masih terjadi di sejumlah wilayah, terutama di Indonesia bagian utara. “Curah hujan tertinggi tercatat di Sumatera Utara sebesar 73,3 mm/hari, Papua Tengah 72,8 mm/hari, Kalimantan Tengah 61,6 mm/hari, Bangka Belitung 60 mm/hari, Kalimantan Utara 57,4 mm/hari, dan Papua Barat 57,1 mm/hari,” jelas BMKG.

Perbedaan kondisi cuaca itu dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin terpantau aktif di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, serta Kalimantan bagian barat dan selatan.


Sebagai penutup, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi.

Artikel Terkait