Curhatan Hati Wika Salim yang Sudah Tak Sabar Ingin Menikah
Wika Salim membeberkan terkait rencana pernikahannya dengan sang kekasih Max Adam.
Labuhanbatu Selatan, Sumatra Utara (27/4) – Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar P. H. Sitorus, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini serta menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis bersama mitra kerja yang dilaksanakan pada Sabtu (25/4) di Aula HKBP Aek Batu, Labuhanbatu Selatan, Sumatra Utara.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Puskesmas Aek Batu, Mei Sondang, serta Kasubbag Tata Usaha KPPG Medan Wilayah Kerja Sumatera Utara, Erdianta Sitepu, bersama para peserta undangan lainnya.
Dalam pemaparannya, Sihar Sitorus menekankan bahwa Program MBG bukan sekadar bantuan sosial, tetapi sebuah investasi nyata untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Kita berbicara tentang kualitas generasi, bagaimana anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari niat baik pemerintah, tetapi juga dari ketepatan sasaran serta kualitas implementasinya di lapangan. Dengan telah beroperasinya belasan dapur MBG di Labuhanbatu, ia menilai program ini sedang berada pada fase pertumbuhan yang sangat krusial.
“Program sebesar ini harus tepat sasaran dan benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan, bukan sekadar merata secara administratif,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas makanan, ketepatan distribusi, serta manfaat nyata yang benar-benar dirasakan oleh para penerima manfaat. Menurutnya, keberhasilan program akan terlihat dari dampak langsung terhadap kesehatan dan perkembangan anak-anak.
Lebih lanjut, Sihar menegaskan bahwa kesuksesan Program MBG sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, termasuk keterlibatan aktif masyarakat. Ia menekankan tiga aspek utama yang perlu diperkuat, yakni pengawasan berbasis masyarakat, partisipasi ekonomi lokal dalam rantai pasok dapur MBG, serta keterbukaan terhadap kritik sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan pelaku ekonomi lokal, Labuhanbatu diharapkan dapat menjadi contoh pelaksanaan Program MBG yang tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi generasi masa depan.