Kartini Media
Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv Sebut Program MBG Sebagai Pilar Penting untuk Cetak Generasi Berkualitas

Kabupaten Bandung, Jawa Barat (7/5) - Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) berjalan lancar di Desa Resmi Tinggal, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Rabu (6/5). Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv Singh, Kepala Desa Resmi Tinggal, Oma Rohma, Kepala Sub Tata Usaha KPP Bandung Iskandar, S.Kom. hingga ratusan peserta sosialisasi.

Program MBG yang diinisiasi pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi salah satu program prioritas nasional dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sekaligus memastikan implementasi program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv Singh, menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kolaborasi antara Komisi IX dan Komisi IV bertujuan untuk memastikan manfaat BGN sampai kepada masyarakat dengan kualitas terbaik. Namun, temuan di lapangan menunjukkan bahwa porsi dan kandungan gizi makanan yang dibagikan belum memenuhi spesifikasi yang diharapkan,” ujar Rajiv Singh.

Rajiv juga mengingatkan seluruh mitra kerja agar menjaga integritas dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. “Program BGN diharapkan menjadi pilar utama dalam menciptakan generasi emas tanpa stunting. DPR RI berkomitmen akan terus melakukan pengawasan ketat agar anggaran negara benar-benar berubah menjadi gizi berkualitas bagi anak bangsa,” tegasnya.

Program MBG memiliki tujuan strategis dalam memperbaiki kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan anak-anak usia sekolah. MBG diharapkan mampu menekan angka stunting dan mengatasi masalah malnutrisi sehingga pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak dapat berjalan optimal.

Selain itu, program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui pelibatan petani lokal, peternak, nelayan, UMKM, koperasi, hingga organisasi kepemudaan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya program MBG sebagai upaya bersama dalam membangun generasi sehat, kuat, dan bebas stunting, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di daerah.

 

 

Artikel Terkait