Program MBG di Kabupaten Langkat, DPR RI Tekankan Pentingnya Gizi untuk Generasi Masa Depan
Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni dengan melakuka
Berdasarkan hasil penelitian baru-baru ini, rutin minum kopi dan mengkonsumsi buah dapat mengurangi risiko terlihat lebih tua. Para ahli menjelaskan, makanan kaya polifenol seperti buah beri, apel, kopi, kakao, dan teh, dikenal memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang baik bagi kesehatan tubuh.
Dilansir dari The Guardian, berdasarkan hasil studi terbaru menemukan manfaat lain dari makanan tersebut, yakni kaitannya dengan risiko lebih rendah mengalami pemendekan telomer.
Telomer merupakan bagian pelindung di ujung DNA yang berfungsi menjaga stabilitas sel. Jika telomer memendek, risiko kerusakan sel, penuaan tidak sehat, hingga kematian sel dapat meningkat. Penelitian itu dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Navarra di Pamplona, Spanyol.
Mereka mengukur panjang telomer dari sampel lebih dari 1.700 orang dewasa pada 2008 dan kembali melakukan pengukuran pada 2015. Selain itu, para peneliti juga menganalisis total konsumsi polifenol para peserta.
Berdasarkan hasil studi yang dipresentasikan dalam Kongres Obesitas Eropa di Istanbul itu menunjukkan bahwa peserta dengan konsumsi polifenol tertinggi memiliki risiko telomer pendek 52 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang paling sedikit mengonsumsi polifenol.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang, yakni hingga satu cangkir per hari, dikaitkan dengan risiko telomer pendek yang 26 persen lebih rendah dibandingkan orang yang tidak minum kopi sama sekali.
Sementara itu, konsumsi empat hingga lima porsi buah per hari juga dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah. Peserta yang paling banyak mengonsumsi buah tercatat memiliki risiko telomer pendek 29 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang paling sedikit makan buah.
Meski begitu, peneliti tidak menemukan hubungan yang sama pada beberapa makanan kaya polifenol lainnya, seperti minyak zaitun, anggur merah, dan sayuran.
Telomer pendek sendiri telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit terkait usia, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker, hingga peningkatan risiko kematian secara keseluruhan.
“Temuan kami menunjukkan pesan yang lebih luas: diet kaya polifenol, termasuk makanan seperti buah-buahan dan kopi, mungkin merupakan salah satu bagian dari teka-teki dalam mendukung penuaan seluler yang lebih sehat. Ini bukan tentang satu makanan 'anti-penuaan', tetapi tentang efek kumulatif dari pilihan diet sehari-hari dari waktu ke waktu," ucap Isabella Kury Guzman.
Masih dalam laporan yang sama, profesor nutrisi manusia dari King's College London, Ana Rodriguez-Mateos, mengatakan bahwa penelitian tersebut semakin memperkuat bukti mengenai manfaat polifenol terhadap kesehatan.
“Polifenol telah dikaitkan dengan risiko penyakit terkait usia yang lebih rendah, termasuk penyakit jantung dan penurunan kognitif," ujarnya.
"Studi klinis menunjukkan bahwa konsumsi senyawa ini dapat menurunkan tekanan darah dan mendukung fungsi pembuluh darah dan otak seiring bertambahnya usia. Studi ini menambah bukti yang semakin banyak bahwa diet kaya polifenol dapat mendukung penuaan yang lebih sehat,” tukasnya.