Mewujudkan ‘Asta Cita’ Lewat Program MBG untuk Mewujudkan Generasi Emas Bangsa
MBG bukan hanya sekadar bantuan pangan, melainkan investasi peradaban dalam memutus rantai stunting
Produk-produk perawatan rambut memang sejatinya baik untuk pertumbuhan kesehatan rambut. Akan tetapi penggunaan produk kesehatan yang terlalu banyak ternyata bisa berakibat fatal dan membahayakan kesehatan rambut itu sendiri. Baca artikel selengkanya agar anda paham jenis atau produk apa saja yang tepat untuk kesehatan rambut.
Produk perawatan rambut saat ini sudah banyak yang mengandung protein, seperti keratin, kolagen, hingga peptida yang diklaim dapat memperbaiki kerusakan rambut. Namun, penggunaan produk berbasis protein secara berlebihan justru dapat berdampak sebaliknya.
“Seperti hal lainnya, terlalu banyak tidak selalu lebih baik,” ujar trichologist Emmanuel Mroczka seperti dikutip dari Kompas.com
Ia menjelaskan bahwa rambut yang mengalami kelebihan protein biasanya terasa kaku seperti, kasar meski sudah menggunakan kondisioner, serta lebih mudah patah dibandingkan elastis. Para ahli menyebut kondisi ini sebagai protein overload (kelebihan protein), yaitu ketika rambut menerima terlalu banyak protein hingga menjadi kaku dan rentan rusak.
Menurut trichologist Caroline Ruggiero, rambut yang sehat memiliki keseimbangan antara struktur protein dan elastisitas. “Rambut yang sehat adalah ketika matriks protein tetap utuh sehingga rambut kuat tetapi masih elastis dan berkilau,” jelasnya.
Namun, ketika produk berbasis protein digunakan terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan, keseimbangan tersebut dapat terganggu. Akibatnya, rambut menjadi kaku, kasar, mudah kusut, dan lebih rentan patah.
Kelebihan protein biasanya terjadi akibat penggunaan berlapis berbagai produk perawatan rambut yang mengandung protein, seperti sampo, kondisioner, masker, hingga produk styling.
Selain itu, kondisi rambut yang sudah rusak juga dapat meningkatkan risiko penumpukan protein. Dokter kulit Divya Shokeen menjelaskan bahwa paparan bahan kimia, seperti pewarna rambut, bleaching, atau penggunaan alat panas, dapat merusak kutikula rambut.
Ketika kutikula rusak, rambut menjadi lebih mudah menyerap produk, termasuk protein. Hal inilah yang membuat penumpukan protein lebih mudah terjadi, terutama jika penggunaan produk tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat.
Jika terjadi penumpukan produk, penggunaan sampo pembersih (clarifying shampoo) dapat membantu, tetapi sebaiknya tidak digunakan terlalu sering agar tidak membuat rambut makin kering.
Selain itu, disarankan untuk sementara mengurangi penggunaan alat panas dan perawatan kimia hingga kondisi rambut membaik. Setelah rambut terasa lebih lembut dan elastis, penggunaan protein dapat kembali dilakukan secara bertahap.