Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Skincare Layering Tetap Jadi Tren K-Beauty Andalan di Tahun 2026

Tren kecantikan asal Korea Selatan atau K-Beauty terus menjadi acuan utama bagi banyak konsumen skincare di Indonesia, dengan kandungan PDRN (Polydeoxyribonucleotide) diprediksi tetap menjadi salah satu bahan aktif yang paling banyak dicari sepanjang tahun ini. Bahan yang diekstrak dari DNA salmon tersebut mulai populer sejak akhir tahun lalu dan terus mengalami peningkatan permintaan di pasar kecantikan nasional.

Dikutip dari beautyhaul.com PDRN dikenal memiliki struktur yang menyerupai DNA manusia, sehingga diklaim efektif membantu kulit tampak lebih awet muda melalui mekanisme regenerasi sel. Sebelumnya, manfaat PDRN hanya dapat diperoleh melalui prosedur injeksi di klinik kecantikan, namun kini kandungan tersebut telah tersedia dalam bentuk produk skincare yang lebih terjangkau dan mudah diakses, tanpa perlu menjalani prosedur medis invasif.

Selain PDRN, ritual skincare layering ala Korea turut diprediksi bertahan sebagai kebiasaan perawatan kulit yang digemari, dengan urutan pemakaian toner, essence, serum, hingga pelembap. Essence disebut menjadi salah satu produk kunci karena berfungsi membantu penyerapan bahan aktif secara lebih maksimal, sekaligus memberikan kelembapan tambahan bagi kulit.

Tekstur toner pun mengalami pergeseran, dari yang sebelumnya cair dan ringan menjadi lebih bertekstur menyerupai susu, memadukan kandungan air dengan rice extract yang diklaim mampu menghasilkan tampilan glass skin yang lebih maksimal.

Di sisi lain, tren skinimalism turut berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan konsumen urban yang menginginkan rutinitas perawatan kulit lebih sederhana namun tetap efektif. Jika sebelumnya rutinitas skincare dengan tujuh hingga sepuluh tahapan dianggap ideal, kini konsumen mulai beralih ke produk multifungsi yang mampu memberikan hasil optimal dengan langkah lebih ringkas.

Perubahan pola konsumsi ini turut mendorong pelaku industri kecantikan lokal, termasuk produsen skincare berbasis maklon, untuk menyesuaikan strategi formulasi produk.

Konsumen dinilai semakin rasional dalam memilih produk, tidak lagi sekadar tergiur tren viral di media sosial, melainkan mempertimbangkan efektivitas nyata serta keamanan bahan dalam pemakaian jangka panjang.

 

Artikel Terkait