Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Kebiasaan Buruk Ini Jadi Pemicu Jerawat Pada Punggung

 

Jerawat punggung mejadi salah satu permasalahan yang membuat seseorang tak pede dan tak menyadari penyebabnya. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kebiasaan urutan mandi seseorang yang salah. Body acne ini muncul karena proses pembilasan saat mandi belum sepenuhnya berasih dan menyisakan residu-residu yang tersisa di kulit.

Dikutip dari SELF Magazine Dokter kulit bersertifikat asal Amerika Serikat, Lindsey Zubritsky mengungkap, urutan mandi yang salah dapat membuat sisa produk rambut menempel di kulit dan menyumbat pori-pori. Akibatnya, jerawat di area tubuh lebih mudah muncul.

Penyebab jerawat punggung sering kali karena tersumbatnya folikel rambut di bawah kulit oleh minyak, bakteri, dan sel kulit mati. Penyumbatan tersebut dapat dipicu oleh beberapa hal. Meski bisa sembuh dengan sendirinya, berbagai langkah pencegahan yang tepat mampu mencegah keluhan ini muncul kembali.

Oleh karena itu, penting mengenali berbagai penyebab jerawat punggung serta cara mencegahnya agar punggung terbebas dari jerawat.

Berikut ini ada 6 kesalahan mandi yang memicu jerawat punggung

1.Membilas kondisioner di tahap terakhir mandi

Banyak orang terbiasa memakai kondisioner rambut, lalu membiarkannya beberapa menit sambil membersihkan tubuh. Namun, menurut dokter kulit, kebiasaan ini justru bisa memicu jerawat punggung.

“Karena kondisioner cenderung kental dan creamy, produk ini sulit dibersihkan hanya dengan air,” kata Zubritsky.

Saat kondisioner dibilas terakhir, residunya dapat mengalir ke punggung, dada, dan bahu. Jika area tersebut tidak dibersihkan kembali dengan sabun, sisa produk bisa menempel dan menyumbat pori-pori.

Zubritsky mengatakan, kebiasaan ini menjadi salah satu penyebab body acne yang paling sering terjadi. Padahal, residu produk rambut yang tertinggal dapat memicu munculnya benjolan kecil, jerawat, hingga iritasi kulit.

2. Tidak membersihkan tubuh setelah keramas

Setelah selesai membilas sampo dan kondisioner, sebagian orang langsung mengakhiri mandi tanpa membersihkan tubuh lagi. Kebiasaan ini juga bisa membuat bahan dari produk rambut tertinggal di kulit.

Menurut dokter kulit Ife J. Rodney, bahan pelembab pada kondisioner seperti minyak kelapa, jojoba, dan silikon dapat membentuk lapisan di permukaan kulit.

“Bahan-bahan ini bisa menjebak sel kulit mati, keringat, dan minyak di bawah permukaan kulit,” kata Rodney.

Jika menumpuk terus-menerus, kondisi tersebut dapat memicu jerawat di punggung dan dada. Karena itu, para ahli menyarankan agar mencuci tubuh menjadi tahap terakhir setelah membilas rambut. Selain membantu membersihkan residu produk, langkah ini juga membuat kulit terasa lebih segar dan bersih.

3. Membiarkan produk rambut terlalu lama menempel di kulit

Membiarkan masker rambut atau kondisioner terlalu lama ternyata juga bisa memperbesar risiko jerawat tubuh, terutama bagi orang yang kulitnya mudah berjerawat.

Produk perawatan rambut umumnya memiliki tekstur tebal dan kaya pelembab. Saat mengenai kulit punggung atau bahu dalam waktu lama, kandungannya bisa memicu penyumbatan pori.

Apalagi jika seseorang berkeringat selama mandi air hangat, kondisi kulit menjadi lebih lembab sehingga residu lebih mudah menempel. Tak sedikit orang menganggap jerawat tubuh hanya dipicu kebersihan tubuh yang kurang. Padahal, produk rambut juga bisa menjadi penyebab tersembunyi yang sering diabaikan.

4. Menggunakan produk rambut terlalu berat

Kondisioner atau hair mask dengan kandungan minyak tinggi memang efektif membuat rambut lebih lembut. Namun, produk seperti ini juga berpotensi memperparah body acne.

Menurut Rodney, bahan oklusif seperti dimethicone dan minyak tertentu dapat meninggalkan lapisan pada kulit. Jika tidak dibersihkan dengan baik, pori-pori menjadi lebih mudah tersumbat. Karena itu, orang yang rentan mengalami jerawat di punggung disarankan memilih produk rambut yang lebih ringan atau non-comedogenic bila memungkinkan.

5. Tidak memakai sabun untuk kulit berjerawat

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memakai sabun tubuh biasa meski kulit sudah menunjukkan tanda-tanda jerawat. Padahal, dokter kulit menyarankan penggunaan pembersih tubuh dengan kandungan khusus seperti benzoyl peroxide untuk membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat.

Zubritsky menyebutkan, langkah sederhana seperti memakai sabun yang tepat dapat membantu mencegah jerawat tubuh semakin parah. Jika jerawat tubuh muncul terus-menerus, terasa nyeri, atau meninggalkan bekas gelap, konsultasi ke dokter kulit juga penting dilakukan agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Artikel Terkait