Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Tak Perlu Banyak Uang Tunai, QRIS Permudah Wisatawan Indonesia Bertransaksi di Enam Negara

Perjalanan ke luar negeri kini semakin lekat dengan transaksi digital. Masyarakat Indonesia yang bepergian ke sejumlah negara tidak hanya dapat mengandalkan kartu pembayaran internasional atau uang tunai, tetapi juga dapat memanfaatkan QRIS yang telah terkoneksi dengan sistem pembayaran negara mitra.

Dikutip dari Kompas.com Bank Indonesia menyebut QRIS cross-border saat ini telah terhubung dengan enam negara, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China. Konektivitas tersebut memungkinkan masyarakat Indonesia melakukan pembayaran menggunakan perangkat yang sudah terhubung dengan layanan perbankan atau pembayaran digital yang mendukung QRIS.

Kemudahan tersebut menjadi bagian dari perkembangan transaksi digital yang semakin mengikuti mobilitas masyarakat. Wisatawan Indonesia tidak perlu selalu menyiapkan uang tunai dalam jumlah besar sebelum meninggalkan Tanah Air. Transaksi dapat dilakukan dengan memindai kode pembayaran yang tersedia di merchant negara tujuan, sesuai dengan layanan yang telah terhubung.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta menjelaskan bahwa masyarakat cukup memastikan perangkat dan saldo pembayaran siap digunakan.

"Kalau nanti pergi ke enam negara itu tidak perlu pergi ke money changer, cukup pakai handphone-nya, asal ada saldonya," kata Filianingsih.

Dari sisi data, penggunaan QRIS lintas negara juga menunjukkan aktivitas yang cukup besar. Hingga Juli 2026, transaksi outbound masyarakat Indonesia di luar negeri mencapai 4,32 juta transaksi dengan nilai sekitar Rp1,73 triliun. Sebaliknya, transaksi inbound wisatawan asing di Indonesia mencapai 19,76 juta transaksi dengan nilai Rp5,9 triliun.

Konektivitas tersebut memiliki arti penting bagi sektor pariwisata. Kemudahan pembayaran dapat membantu wisatawan melakukan transaksi di berbagai kebutuhan, mulai dari makanan, transportasi hingga pembelian barang selama perjalanan, selama merchant dan layanan pembayaran yang digunakan telah mendukung skema tersebut.

Bank Indonesia juga terus menjajaki kerja sama dengan negara lain. Arab Saudi menjadi salah satu negara yang tengah dibicarakan, terutama karena tingginya mobilitas masyarakat Indonesia untuk perjalanan haji dan umrah.

"Jadi nanti kalau pergi Umrah atau Haji tidak perlu tukar-tukar duit lagi, cukup bawa handphone dan diisi saldonya," ujar Filianingsih.

Perluasan QRIS cross-border menunjukkan bahwa transformasi pembayaran digital tidak hanya menyasar aktivitas ekonomi dalam negeri. Sistem tersebut secara bertahap diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat ketika melakukan perjalanan dan transaksi lintas negara.

 

Artikel Terkait