Kemenhaj: Jamaah Haji Indonesia Meninggal Dunia Ada 9 Hingga Hari ke 14 Pelaksanaan Haji 2026
Penyebab jemaah yang wafat didominasi karena penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan.
Cilacap, Jawa Tengah (4/5) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menciptakan generasi sehat Indonesia. Kegiatan sosialisasi kali ini digelar di Taman Tatto, Kabupaten Cilacap, pada Minggu, (3/5) dengan dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), serta unsur pendidikan dan masyarakat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Teti Rohatiningsih, menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Kami mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meluncurkan dan mengawal pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia. Program ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan langkah strategis dalam membangun generasi sehat dan unggul,” ujar Teti Rohatiningsih.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi dari program tersebut, khususnya dalam membuka peluang kerja di tengah tantangan ekonomi global.
“Melalui program ini, serapan tenaga kerja diharapkan meningkat. Kita ingin kesejahteraan masyarakat bisa dirasakan lebih luas, terutama di tengah kondisi banyaknya PHK di berbagai sektor,” tambahnya.
Program MBG sendiri merupakan program strategis nasional yang diluncurkan sejak 6 Januari 2025 dengan sasaran utama peserta didik serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini bertujuan menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam memastikan keberhasilan program MBG. Selain meningkatkan kualitas gizi, program ini juga diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan, memperkuat ekonomi lokal, serta menjadi investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.