Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Sang Buah Hati Belajar Berpuasa? Ini Makanan dengan Gizi Tepat yang Wajib Diperhatikan Para Orang Tua

Sang buah hati yang baru mulai belajar puasa menjadi momen yang istimewa bagi setiap orang tua dirumah. Konsumsi makanan dan gizi menjadi hal wajib yang perlu diperhatikan agar sang buah lancar dalam berpuasa.

Dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia, dr. Afiffa Mardhotillah, Sp.A, membagikan panduan penting agar anak tetap sehat saat belajar berpuasa. Hal terpenting lainnya adalah sang buah hati harus sudah siap dengan kesiapan mentalnya yang harus menahan diri.

"Beberapa hal yang perlu dipastikan adalah usia dan kesiapan mental anak. Pastikan si kecil sudah cukup matang serta pastikan anak dalam kondisi sehat," kata Afiffa, dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, anak yang baru belajar berpuasa kerap mengalami penurunan nafsu makan serta berisiko mengalami dehidrasi. Karena itu, perhatian terhadap asupan cairan menjadi hal utama.

Menurut dokter yang bekerja di RS Pondok Indah Bintaro Jaya tersebut, anak usia sekolah membutuhkan cairan sekitar 1 hingga 2 liter per hari, tergantung berat badan. Para orang tua pun diimbau aktif memastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membiasakan anak minum secara bertahap sepanjang waktu berbuka hingga sahur.

Selain cairan, keseimbangan nutrisi juga tak kalah penting. Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan asupan karbohidrat, protein, lemak, dan serat dalam jumlah yang cukup.

Untuk karbohidrat, ia menyarankan memilih sumber dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, kentang, dan oats agar anak tidak cepat merasa lapar saat berpuasa.

Afiffa juga mengingatkan agar orang tua menghindari pemberian makanan dan minuman tinggi gula, baik saat sahur maupun berbuka, guna mencegah lonjakan gula darah yang terlalu cepat.

Dalam hal protein, kebutuhan anak setidaknya berkisar antara 10 hingga 15 persen dari total kalori harian.

Terakhir, ia menekankan pentingnya menyesuaikan menu dengan selera anak agar mereka tetap semangat menjalani puasa.

Dengan pendekatan yang tepat, puasa tidak hanya menjadi latihan spiritual, tetapi juga momentum membentuk pola hidup sehat sejak dini.

 

Artikel Terkait