Putrinya Masuk SMP, Arumi Bachsin Kenang Momen Kebersamaan dengan Anak
Arumi mengaku dirinya semakin tua setelah sang anak lulus dari jenjang Sekolah Dasar (SD).
Rutin berolahraga adalah kebiasaan baik yang bermnafaat bagi kesehatan jantung Anda. Namun, jika menderita penyakit jantung, sebaiknya Anda lebih selektif dalam memilih jenis olahraga yang dilakukan. Jangan sampai olahraga yang dipilih malah memberi dampak buruk bagi kesehatan Anda di masa yang akan datang.
Jantung adalah organ penting yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Untuk menjaga jantung tetap sehat, Anda harus menerapkan pola hidup sehat yang mencakup istirahat yang cukup, makan makanan bergizi seimbang, serta berolahraga rutin.
Para ahli di Amerika Serikat merekomendasikan jenis olahraga dengan tingkat ketahanan atau endurance training ringan sampai sedang bagi para pengidap jantung koroner pada umumnya. Pengidap disarankan untuk berolahraga dan mengeluarkan energi setidaknya 500–1000 kalori setiap minggu.
Baik pengidap jantung koroner maupun orang bertubuh sehat juga disarankan untuk selalu membiasakan diri melakukan pemanasan sebelum berolahraga, agar terhindar dari cedera serta membuat otot jantung dapat beradaptasi dengan kegiatan yang dilakukan
Dikutip dari halodoc.com berikut ada 5 jenis olahraga yang masih boleh dilakukan oleh pengidap jantung koroner:
1. Berjalan Kaki
Berjalan kaki adalah olahraga yang menggerakkan hampir seluruh bagian tubuh. Berjalan kaki juga termasuk olahraga yang berintensitas ringan yang tidak akan membuat otot jantung bekerja keras, sehingga aman untuk dilakukan oleh pengidap jantung koroner.
2. Meditasi
Meditasi juga merupakan aktivitas fisik yang tidak banyak menguras tenaga. Selain itu, meditasi juga bermanfaat untuk melatih pernapasan dan membuat kondisi batin menjadi tenang.
3. Sepeda Santai
Bersepeda santai saat cuaca tidak terlalu panas di sore hari bisa menghilangkan stres dan membuat suasana hati menjadi lebih baik. Selain itu, olahraga yang satu ini juga hanya akan membuat otot jantung bekerja dengan intensitas yang ringan sampai sedang, sehingga tidak akan berakibat fatal pada otot jantung.
4. Aerobik
Meskipun aerobik biasanya memiliki banyak gerakan yang energik, tetapi gerakan aerobik tidak membuat kerja otot jantung menjadi berat, sehingga masih aman dilakukan pengidap jantung koroner.
5. Bulu tangkis, Sepak Bola, Futsal, dan Bola Basket
Meskipun olahraga-olahraga di atas bisa memacu kerja otot jantung, tetapi olahraga tersebut biasanya memberikan waktu untuk beristirahat yang berfungsi sebagai pengatur tempo gerakan otot jantung.