Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Diet Sehat Bukan Soal Pantang Makan Saja, Ini Penjelasan dari Ahli Gizi

Memasuki paruh kedua tahun 2026, tren diet masyarakat mengalami perubahan signifikan. Alih-alih mengejar penurunan berat badan secara instan dengan aturan ketat, para ahli gizi kini mendorong pendekatan pola makan berkelanjutan yang bisa dijalani dalam jangka panjang.

Dikutip dari republika menurut sejumlah ahli gizi, setidaknya ada empat pola makan yang dinilai paling efektif untuk kesehatan jantung, fungsi otak, dan manajemen berat badan, yaitu diet Mediterania, DASH, MIND, dan Flexitarian.

Diet Mediterania tetap menjadi favorit karena bukti ilmiahnya yang kuat, dengan pendekatan memprioritaskan makanan nabati, biji-bijian utuh, dan lemak sehat dari minyak zaitun sambil membatasi daging merah dan gula tambahan.

Kelompok usia produktif yang rentan terhadap gaya hidup sedentari dan konsumsi makanan olahan tinggi menjadi target utama edukasi ini, terutama pekerja kantoran di kota besar.

Meski demikian, banyak orang yang masih memulai dengan aturan ekstrem yaitu memotong berbagai jenis makanan sekaligus. Di awal mungkin terasa disiplin, namun perubahan yang terlalu mendadak kerap berujung pada rasa lapar berlebihan dan akhirnya menyerah di tengah jalan.

Para ahli gizi menyarankan untuk dapat memulainya dari pola yang stabil dan konsisten, dengan komposisi seimbang antara protein, sayuran, dan karbohidrat kompleks, ketimbang terus berganti menu secara drastis. Olahraga juga perlu diselaraskan dengan pola makan, karena tanpa asupan gizi yang tepat, aktivitas fisik justru akan terasa lebih melelahkan dan hasilnya kurang optimal.

Tak hanya hal tersebut, kualitas tidur juga turut memengaruhi keberhasilan diet. Tubuh yang kurang istirahat akan kesulitan menjalankan program penurunan berat badan secara optimal, sehingga menjaga jadwal tidur menjadi bagian tak terpisahkan dari kesuksesan diet.

Ahli gizi menekankan bahwa perubahan nyata pada tubuh umumnya baru terlihat setelah beberapa minggu konsistensi, bukan dalam hitungan hari. Pendekatan bertahap ini dinilai lebih aman dan minim risiko dibandingkan diet ekstrem jangka pendek.

 

Artikel Terkait