Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Gaya "Elevated Casual" Jadi Primadona Anak Muda, Bukan Sekadar Ikut Tren tapi Cari Identitas

Cara berpakaian generasi muda Indonesia, khususnya Generasi Z, terus mengalami pergeseran signifikan pada 2026. Jika sebelumnya gaya ramai dan penuh warna mendominasi, kini arah tren mulai beralih ke konsep elevated casual, yakni gaya santai yang tetap terlihat rapi dan berkarakter.

Gaya ini menonjolkan siluet longgar, layering sederhana, serta pemilihan item basic yang diberi sentuhan statement, dan mulai banyak ditemui di lingkungan kampus, ruang publik, hingga konten media sosial karena kepraktisannya.

Dikutip dari onews.id Anita Anastasia menekankan pentingnya anak muda dalam mengenali gaya personal ketimbang sekadar mengikuti tren yang terus berganti.

Menurutnya, terlalu fokus mengikuti perubahan tren hanya akan membuat seseorang terus berganti gaya tanpa benar-benar mengenal identitas dirinya sendiri, sehingga mengenali preferensi pribadi dinilai lebih penting dalam menentukan produk dan potongan busana yang sesuai kebutuhan.

Selain elevated casual, tren fesyen Gen Z 2026 juga diwarnai kebangkitan gaya Y2K dengan sentuhan baru berupa celana low-rise, baby tee, sepatu chunky, hingga aksesori mencolok yang kini dipakai dengan kesadaran nostalgia yang ironis, bukan sekadar replika masa lalu. Di sisi lain, gaya streetwear modern dan pengaruh budaya pop turut mewarnai keseharian anak muda dalam berbusana.

Gaya berpakaian ini juga sejalan dengan meningkatnya kesadaran anak muda terhadap konsep "less is more", yang tercermin dari semakin populernya outfit sederhana berwarna netral di berbagai platform digital.

Perubahan ini didorong beberapa faktor, mulai dari gaya hidup praktis generasi muda, pengaruh media sosial, hingga meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesederhanaan dalam berbusana sehari-hari, tanpa harus mengorbankan rasa percaya diri dan kenyamanan jangka panjang.

 

Artikel Terkait