Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Bukan Cuma untuk Acara Resmi, Kebaya Kini Jadi Gaya Hidup Anak Muda

 

Kebaya yang selama puluhan tahun identik dengan busana formal kini bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda. Momentum Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli turut menjadi pendorong semakin luasnya penerimaan kebaya sebagai busana yang fleksibel, tidak lagi terbatas pada acara adat maupun seremoni resmi semata.

Dikutip dari Fimela.com pendiri komunitas Perempuan Kebaya Indonesia, Rahmi Hidayati menjadi salah satu sosok yang aktif mempromosikan kebaya sebagai busana yang praktis dan dinamis. Ia bahkan membuktikan kebaya dapat dikenakan dalam berbagai aktivitas luar ruangan yang menantang, mulai dari mendaki gunung hingga bersepeda jarak jauh, guna mematahkan anggapan bahwa kebaya sulit digunakan untuk mobilitas tinggi.

Melalui program bertajuk Kebaya Goes to School dan Kebaya Goes to Campus, ia turut menyebarkan semangat tersebut kepada generasi muda di berbagai sekolah dan kampus.

Program pelestarian budaya semacam ini turut diperkuat dengan sejumlah kolaborasi industri kreatif, salah satunya program bertajuk Heritage Reimagined yang digelar sepanjang Agustus 2026 di kawasan Jakarta, menghadirkan interpretasi baru kebaya dan wastra Nusantara lainnya melalui kolaborasi desainer ternama dengan tokoh publik. Program semacam ini dinilai mampu memperkenalkan kebaya kepada khalayak yang lebih luas, termasuk generasi muda yang sebelumnya kurang akrab dengan busana tradisional tersebut.

Selain sebagai simbol identitas budaya, kebaya kini juga dipandang sebagai bagian dari gerakan ekonomi kreatif yang terus berkembang. Sejumlah pegiat budaya menilai penting bagi kebaya untuk tidak hanya diceritakan sebagai warisan sejarah, tetapi juga diintegrasikan dengan kebutuhan gaya hidup masa kini agar tetap relevan dan digemari lintas generasi.

Fenomena ini menunjukkan pergeseran cara pandang masyarakat terhadap busana tradisional, dari yang semula dianggap kaku dan hanya pantas dikenakan pada momen tertentu, kini menjadi identitas yang dapat menyatu dengan berbagai aktivitas keseharian anak muda, sekaligus menjadi sarana memperkenalkan warisan budaya Indonesia ke kancah yang lebih luas, termasuk di tingkat internasional.

 

Artikel Terkait