Sarwendah Ungkap Perjuangan Membesarkan Anak di Tengah Polemik dengan Ruben Onsu
Sarwendah menegaskan bahwa apa pun kondisi yang dihadapinya saat ini, kesejahteraan anak-anak tetap
Sejumlah pelaku UMKM tekstil dan garmen dari berbagai daerah mendapat panggung untuk memperluas jaringan bisnis internasional melalui ajang Bali Fashion Network (BFN) 2026. Brand dan garment yang tampil dalam ajang ini di antaranya WL Productions, Gino Valentino, S&F Garment Manufacture, Swimwear Manufacture ID, Richi Rich, JustJoDesign, Sarada Wear, Segara Essentials, Hormesis Attire, dan Sarassuwan.
Dikutip dari baliberkarya Founder & CEO Paramatex sekaligus inisiator BFN, Chris Rianto, menjelaskan bahwa ajang ini dirancang khusus untuk membuka peluang nyata bagi pelaku UMKM agar dapat bersaing di kancah internasional.
Ia menyebut banyak pengusaha tekstil lokal memiliki produk berkualitas tinggi namun belum mendapatkan akses ke pasar global, sehingga BFN hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan mempertemukan mereka langsung dengan buyer, investor, dan brand internasional yang mencari kolaborasi baru.
Sebagai ajang yang mengedepankan kolaborasi dan pertumbuhan industri, BFN 2026 menghadirkan beragam program seperti sesi business networking, brand showcase, dan talk show inspiratif yang mempertemukan pelaku lokal dan global, sehingga peserta dapat memperluas jejaring bisnis dan memahami tren pasar internasional.
Kegiatan seperti ini menjadi angin segar bagi industri tekstil dan mode Indonesia yang selama ini kerap terkendala akses pasar meski memiliki kualitas produksi yang tidak kalah dari negara lain. Melalui pertemuan langsung dengan calon mitra bisnis internasional, pelaku UMKM berpeluang mendapatkan kontrak ekspor, kolaborasi desain, hingga investasi untuk mengembangkan skala produksinya.
Chris Rianto menambahkan bahwa sektor fashion menjadi salah satu industri kreatif yang terus dapat dikembangkan, dengan tugas penyelenggara memastikan pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan mampu bersaing di level internasional.
Ajang seperti BFN diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan komunitas kreatif dalam mendorong ekonomi kreatif nasional.