Cara Membuat Kopi Susu Rumahan Ala Barista
Tips berikut ini merupakan rekomendasi yang tepat jika anda ingin menikmati kopi dengan modal yang s
Jerawat punggung menjadi salah satu kondisi yang membuat resah seseorang jika terus dibiarkan terlalu lama. Kebiasaan buruk yang salah menjadi salah satu faktor penyebab jerawat punggung muncul. Meskipun jerawat punggul tak terlibat namun kondisi ini tentu akan membuat seseorang tak nyaman.
Melansir dari Real Simple jerawat punggung memiliki mekanisme yang mirip dengan jerawat pada wajah, yakni akibat pori-pori tersumbat oleh minyak, keringat, sel kulit mati, dan bakteri. Untuk itu segera hindari kebiasaan buruk ini yang membuat jerawat punggung anda muncul.
“Jerawat dapat muncul di area tubuh mana pun yang memiliki kelenjar minyak dan keringat. Kondisi ini terjadi ketika keringat, minyak, bakteri, sel kulit mati, dan kotoran terperangkap dalam folikel rambut dan menyumbat pori-pori,” ujar dermatolog Howard Sobel.
Faktor kebiasaan serta pola hidup yang salah jadi penyebab jerawat punggung. Untuk itu anda harus mengubah kebiasaan tersebut untuk menghilangkan jerawat dipunggung.
Berikut ini ada sejumlah penyebab jerawat punggung yang sering kali tidak disadari. Berikut penjelasannya.
7 Kebiasaan sepele yang memicu jerawat punggung
1.Terlalu lama memakai baju berkeringat
Setelah berolahraga atau beraktivitas berat, banyak orang menunda mandi atau mengganti pakaian. Padahal, kondisi ini bisa memperparah jerawat punggung. Keringat yang bercampur dengan bakteri dan sel kulit mati dapat menyumbat pori-pori.
Lingkungan lembap dari pakaian basah juga menjadi tempat ideal bagi bakteri berkembang. “Berolahraga dan berkeringat saja tidak langsung menyebabkan jerawat, tetapi tetap memakai pakaian kotor setelahnya bisa menjadi pemicu karena pori-pori tersumbat,” ujar Sobel.
2. Sisa produk rambut yang menempel di kulit
Shampo dan kondisioner sering kali mengandung bahan yang bersifat oklusif atau menyumbat pori-pori. Jika tidak dibilas dengan baik, residunya bisa menempel di punggung. Kondisioner, khususnya, dirancang untuk melembabkan rambut sehingga memiliki tekstur berat.
Hal ini dapat memicu munculnya jerawat jika tertinggal di kulit. Solusinya, pastikan untuk membilas tubuh setelah keramas agar sisa produk tidak menempel di kulit.
3. Handuk lembab yang jarang diganti
Handuk yang lembap dan jarang dikeringkan dengan baik bisa menjadi sarang bakteri dan jamur. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat memperburuk kondisi kulit.
“Handuk yang lembab dapat menyimpan mikroorganisme, mulai dari jamur hingga bakteri, terutama jika tidak dikeringkan dengan sirkulasi udara yang baik,” tutur dermatolog Hal Weitzbuch.
4. Eksfoliasi berlebihan yang merusak kulit
Banyak orang mengira bahwa menggosok kulit dengan keras dapat menghilangkan jerawat lebih cepat. Padahal, cara ini justru bisa memperparah kondisi kulit. Eksfoliasi berlebihan dapat merusak lapisan pelindung kulit, sehingga kulit memproduksi lebih banyak minyak sebagai respons.
“Eksfoliasi yang terlalu agresif dapat menyebabkan peradangan dan merusak pelindung alami kulit, yang justru memicu produksi minyak berlebih,” terang Sobel.
5. Gesekan dari pakaian dan aksesori
Pakaian yang terlalu ketat, tas ransel, atau bahkan perlengkapan olahraga dapat menyebabkan gesekan terus-menerus di area punggung. Dermatolog Rebecca Marcus menyebut kondisi ini sebagai acne mechanica, yaitu jerawat yang muncul akibat iritasi dari gesekan berulang.
Gesekan ini dapat memicu peradangan dan menyumbat pori-pori, terutama jika kulit dalam kondisi berkeringat.
6. Jarang mengganti sprei
Sprei yang jarang diganti bisa menjadi tempat berkumpulnya kotoran, minyak, dan sel kulit mati. Saat tidur, semua kotoran tersebut dapat berpindah ke kulit. Kondisi ini sering kali tidak disadari, padahal berkontribusi besar terhadap munculnya jerawat punggung.
Para ahli menyarankan untuk mengganti seprai setidaknya seminggu sekali agar kebersihan kulit tetap terjaga.
7. Ketidakseimbangan hormon dan stress
Selain faktor eksternal, jerawat punggung juga bisa dipicu oleh kondisi internal seperti hormon dan stres. Hormon androgen, seperti testosteron, dapat meningkatkan produksi minyak di kulit. Sementara itu, stres memicu hormon kortisol yang dapat memperparah peradangan.