Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Kelebihan dan Kekurangan Sabun Cair vs Batang, Mana yang Lebih Baik?

 

Sabun pembersih badan terbagi menjadi dua jenis, ada yang cair dan batang. Lalu manakah yang lebih baik bagi kesehatan kulit? Sabun cair dan batang memiliki keunggulan dan kukurangannya masing-masing. Pilihan terbaik sangat bergantung pada kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing.

Dikutip dari brydie Ahli kimia kosmetik Gabrielle Nekrasas menjelaskan, sabun batangan melalui proses pembuatan yang berbeda dibandingkan sabun cair. Untuk itu, pemilihan sabun akan lebih cocok disesuaikan dengan penggunanya. 

“Sabun batangan dibuat melalui proses pemanasan minyak dan lilin yang kemudian dikeringkan selama beberapa minggu hingga bahan kimianya menguap,” kata Gabrielle Nekrasas.

Sementara itu, sabun cair cenderung lebih ringan karena mengandung air dan diformulasikan dengan bahan tambahan untuk menyesuaikan kebutuhan kulit.

Perbedaan kandungan dan cara kerja pada kulit Secara umum, sabun batangan memiliki konsentrasi bahan pembersih yang lebih tinggi karena tidak mengandung air. 

Hal ini membuatnya efektif dalam mengangkat kotoran, tetapi juga berpotensi membuat kulit terasa lebih kering. Sebaliknya, sabun cair memiliki kandungan air dan biasanya diperkaya dengan bahan pelembab seperti ceramide, gliserin, atau minyak alami. 

“Sabun cair mengandung air sehingga tidak terlalu pekat dan biasanya lebih lembut untuk kulit,” jelas Dermatolog Hayley Goldbach. Selain itu, sabun cair lebih fleksibel dalam formulasi. Produk ini dapat ditambahkan bahan aktif seperti pelembab, eksfoliator, atau bahan penenang kulit sesuai kebutuhan pengguna.

Kelebihan dan kekurangan sabun Batangan

Sabun batangan memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya tetap populer. Salah satunya adalah lebih ramah lingkungan karena minim kemasan plastik. Selain itu, karena tidak mengandung air, sabun batangan cenderung lebih tahan lama dan tidak memerlukan banyak bahan pengawet.

Namun, sabun batangan memiliki tingkat pH yang lebih tinggi dibandingkan kulit. Nekrasas menjelaskan, pH sabun batangan berkisar antara 9 hingga 10, yang bisa menyebabkan kulit terasa kering.

“Penggunaan sabun dengan pH lebih tinggi dari kulit dapat menyebabkan kulit menjadi kering, terutama pada kulit sensitif,” ucap Goldbach.

Selain itu, beberapa sabun batangan dapat meninggalkan residu pada kulit maupun permukaan kamar mandi, yang bagi sebagian orang terasa kurang nyaman.

Kelebihan dan kekurangan sabun cair

Sabun cair banyak dipilih karena memberikan sensasi lembut dan melembabkan setelah digunakan. Produk ini sering diformulasikan dengan bahan yang menenangkan kulit dan menjaga kelembapan alami.

“Sabun cair biasanya memiliki pH yang lebih mendekati pH kulit, sehingga lebih cocok untuk kulit kering,” tutur Goldbach.

Selain itu, kemasan botol membuat sabun cair lebih higienis karena tidak terpapar langsung dengan air atau tangan secara terus-menerus. Namun, sabun cair juga memiliki kekurangan, terutama dari sisi lingkungan karena penggunaan plastik. Untuk itu produk tersebut membutuhkan bahan pengawet sebagai pencegah pertumbuhan bakteri atau jamur.

 

 

Artikel Terkait