Kartini Media
Kondisi terkini Bella Hadid setelah menjalani pengobatan. Foto: Instagram

Bella Hadid Berjuang Lawan Sakit Lyme, Ini Kondisi Terakhir

Bella Hadid belakangan jarang muncul di berbagai panggung mode dunia. Rupanya, ia 'menghilang' karena sedang fokus berjuang melawan penyakit Lyme.

Adik model Gigi Hadid itu berbagi cerita perjuangannya melalui unggahan foto-foto di Instagram pribadinya.

"Hidup dalam kondisi ini, semakin buruk karena waktu dan pekerjaan demi membuat diri, keluarga, dan orang yang mendukungku bangga, sungguh membuatku kewalahan sampai sulit untuk dijelaskan," tulis Bella. 

Bella didiagnosis menderita Lyme sejak tahun 2012. Kendati menyakitkan, perempuan 26 tahun itu mengaku kondisinya kini mulai membaik, dan meminta para penggemar tidak mengkhawatirkannya.

Bella mencoba memetik hikmah dan berharap pengalaman hidupnya bisa menginspirasi orang lain.

"Jagat raya bekerja dengan cara yang paling menyakitkan sekaligus indah, tapi aku harus mengatakan jika Anda sedang berjuang, semua akan membaik. Aku janji," curhat Bella.

"Ambil selangkah mundur, dan tetap kuat, yakin pada langkahmu, dan berjalan dalam kejujuran diri, dan awan gelap mulai menghilang," harap Bella.

Bella berjanji akan kembali setelah tubuhnya benar-benar pulih.

"Aku rindu kalian semua," ungkap Bella membuat posting-an khusus sebagai ungkapan terima kasih kepada anjingnya yang setia mendampingi.

Selain itu, Bella mengucapkan terima kasih kepada sang ibu yang selalu menemaninya.

"Terima kasih (pada ibunya) karena menyimpan semua catatan medis saya, tetap bersama saya, tidak pernah meninggalkan sisi saya, melindungi, mendukung, tetapi yang terpenting, mempercayai saya melalui semua ini," sambungnya.

Penyakit Lyme

Bella mengungkapkan sejak tertular Lyme, kondisinya semakin memburuk meski gejalanya sudah berkurang. Meski tidak terlihat, penderitaannya yang mengidap Lyme hampir 13 tahun itu sangat berharga baginya.

Bella mencoba mengambil hal positif dari kondisi yang diidapnya. Hasilnya, hidup Bella dipenuhi teman baru, visi baru, dan pemikiran baru

Penyakit lyme merupakan infeksi bakteri, biasanya terjadi setelah gigitan kutu membawa bakteri borrelia.

Gigitan kutu itu mirip dengan gigitan nyamuk meninggalkan bekas kemerahan kecil dan gatal di kulit.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika (CDC), penyakit Lyme termasuk dalam penyakit yang ditularkan kutu yang sering ditemui.

Dikutip dari kemkes.go.id, terdapat 4 spesies paling sering menyebabkan penyakit lyme. Keempat spesies yaitu Borrelia burgdorferi, Borrelia mayonii, Borrelia afzelii, dan Borrelia garinii.

Untuk menularkan infeksi, kutu harus menempel pada kulit seseorang selama 24-48 jam. Durasi waktu dibutuhkan untuk mentransmisikan bakteri ke seseorang cukup lama dan umumnya orang tidak akan sadar pernah tergigit kutu.

Kutu tersebut juga harus terinfeksi untuk dapat menularkannya ke manusia. Kutu bisa terinfeksi jika ia menggigit rusa atau tikus yang terinfeksi.

Jenis Kutu

Borrelia burgdorferi dan Borrelia mayonii merupakan penyebab penyakit lyme paling sering terjadi di Amerika Serikat.

Sedangkan di Eropa dan Asia, penyakit lyme paling sering disebabkan oleh Borrelia afzelii dan Borrelia garinii.

Penyakit lyme ditandai dengan gejala berupa leher kaku, nyeri sendi, dan jantung berdebar.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa berkembang makin parah dan menyerang saraf atau organ jantung. Oleh sebab itu, penyakit lyme perlu segera ditangani setelah menimbulkan gejala.

Sejumlah selebritis pernah buka-bukaan tentang perjuangan mereka melawan Lyme. Justin Bieber, Shania Twain, Avril Lavigne, adalah beberapa di antaranya.(*)

Artikel Terkait