Lolos UTBK! 3.196 Calon Mahasiswa Baru Diterima UNPAD dari Total 80.541 Peserta
UNPAD mencatat ada sebanyak 80.541 peserta yang mendaftar di SNBT 2026 dan masuk urutan ke-6 sebagai
Menebak kepribadian seseorang bisa dilihat dari beberapa hal, mulai barang kesukaan atau kebiasaan sehari-hari, bahkan warna pakaian yang sering dikenakan.
Pernah merasa pasangan atau teman mengenakan busana dengan warna itu-itu saja? Bahkan kadang dalam berbagai kesempatan pilihan warnanya bisa ditebak. Bisa jadi warna tersebut menjadi warna favoritnya.
Melansir dari YourTanggo, Psikologi warna melakukan sebuah studi tentang bagaimana warna-warna tertentu mewakili berbagai aspek tipe kepribadian individu.
Dengan melihat warna favorit, bisa mengungkapkan ciri kepribadian seseorang paling dominan. Ada 10 warna paling sering digunakan psikologi warna untuk pengujian sifat kepribadian.
Inilah 10 warna favorit dan ciri kepribadian paling dominan menurut psikologi warna:
Hijau
Melambangkan keseimbangan, harapan, dan kedamaian. Mereka pecinta hijau memiliki sifat lembut, tulus dan rendah hati. Selain itu, mereka termasuk orang cenderung sederhana dan hangat memiliki kebutuhan kuat untuk mencintai dan dicintai.
Biru
Umumnya berhubungan dengan ketenangan dan lembut. Mereka menyukai warna biru cenderung kreatif, imajinatif, welas asih, sabar dan setia. Termasuk cenderung peduli tentang omongan orang. Sifat keras kepala melekat pada orang-orang suka biru.
Kuning
Melambangkan keceriaan, optimisme, peduli lingkungan sekitar, hangat serta penuh perhatian. Ditambah memiliki rasa humor kuat dan imajinasi yang hidup. Bijak, senang belajar, dan senang berbagi ilmu dengan orang lain.
Oranye
Anda mungkin berjiwa bebas, riang, baik hati dan toleran. Anda cenderung menjadi kupu-kupu sosial. Tapi terkadang, Anda bisa dilihat sebagai pamer karena status sosial Anda yang kuat. Mereka suka warna oranye akan lebih mudah mengalami kesepian.
Merah
Warna merah identik dengan kekuatan, kesehatan, dan gairah. Memiliki energi kuat bisa terpancar dan dapat dirasakan oleh orang lain.
Orang menyukai warna merah cenderung berorientasi pada tindakan energik, dan terkadang bisa menjadi agresif. Mereka memiliki keinginan kuat mendapatkan hasil maksimal.
Hitam
Kepribadiannya misterius, cerdas, menghargai serta memiliki kekuatan dan kendali dalam hidup membuat mandiri. Memiliki sifat berkualitas layaknya seorang pemimpin. Anda dianggap bisa diandalkan dan bertanggung jawab, tetapi cenderung tertutup berbagi kehidupan pribadi dengan orang lain.
Cokelat
Anda dianggap aman dan nyaman, serta baik dan mantap, jika cokelat adalah warna favorit. Pecinta warna cokelat lebih memilih menjalani gaya hidup sederhana dengan kebutuhan yang kuat untuk keselamatan dan keamanan.
Selain itu, dianggap sebagai teman yang baik dan setia, karena umumnya jujur dan sabar.
Pink
Penyuka warna pink merupakan sosok hangat dan mudah didekati. Cenderung menempatkan kebutuhan orang lain daripada diri sendiri. Orang romantis dan penuh kasih sayang, menawan, baik, dan lembut.
Jangan pernah sekali-kali menyakiti karena hatinya lembut seringkali membuat mereka mudah terluka perasaannya.
Ungu
Menghargai kedamaian, membantu sesama dan memiliki rasa simpatik. Mereka memiliki kreativitas tinggi serta teliti. Biasanya unik dan jenaka, meski terkadang bisa berwibawa. Ambisius dan cenderung fokus pada tujuan ingin dicapai.
Putih
Memiliki kepribadian positif, optimis, dan lebih memilih hidup sederhana. Mereka terorganisir dan logis serta cenderung membuat keputusan berdasarkan fakta, bukan emosi. Biasanya memiliki pandangan kritis dan perfeksionis.
Psikolog Clinical Psychologist Personal Growth, Mutiara Maharani mengatakan, perbedaan warna tampak dari baju tersebut hanya ilusi optik.
Menurut dia, hal ini menimbulkan adanya perbedaan persepsi saat melihat warna baju yang ada dalam video.
"Hal ini sama sekali tidak berhubungan dengan kepribadian yang dimiliki oleh individu," kata Mutiara dikutip dari kompas.com.
Artinya, klaim melihat baju tersebut bisa mengetahui kepribadian seseorang tidak bisa dibenarkan.
Untuk mengetahui kepribadian seseorang, baik introvert maupun extrovert, bisa dilakukan melalui asesmen dengan profesional, seperti psikolog atau psikiater.
Mutiara menuturkan, seseorang bisa mendapatkan informasi tambahan melalui refleksi diri dan feedback dari orang lain terkait kepribadian yang kita miliki.(*)